Yesus Kristus atau Iblis

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Yohanes 3:16.

Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. Yohanes 8:44.

Penyejuk Jiwa – Yohanes yang mendapat julukan anak guntur, adalah salah seorang rasul yang sangat jelas menulis dalam injil mengenai Kristus dan demikian juga tentang iblis. Satu hal yang lebih nyata dalam tulisan rasul Yohanes ialah dengan memaparkan bukti-bukti kasih Allah melalui anak-Nya Yesus Kristus sekaligus menjadi jalan keselamatan. Tidak heran sehingga dia kemudian disebut Yohanes yang kekasih.

Namun disaat yang sama, diapun blak-blakan mengamarkan semua daya iblis atau setan, yang selalu berusaha merongrong iman kita. Ini dapat kita simak pada kelima buku tulisannya di Alkitab mulai dari Injil Yohanes, 1 Yohanes, 2 Yohanes, 3 Yohanes dan Wahyu. Demikianlah Rohulkudus mengilhaminya,  untuk tujuan yang mulia agar umat Tuhan selalu memilih berada di pihak Kristus. Tentunya ini dapat kita alami melalui pengenalan yang lengkap siapa itu Yesus Kristus dan Allah yang telah mengutus dia. Inilah yang termaktub dalam doa Yesus kepada bapa-Nya yang dicatat oleh rasul yang kekasih itu.

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Yohanes 17:3.  Banyak orang selalu mengaku mengenal Kristus tetapi buah-buah kehidupanya membuktikan bahwa dia berada di pihak iblis. Ukuran nyata apakah saya mengenal Yesus Kristus hanya satu, yakni Firman-Nya. Yesus sendiri yang memastikanya dalam injil Yohanes 17:7,  “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.”  Jika disebut firman Tuhan adalah kebenaran sudah pasti itu seutuhnya, tanpa memilah-milah apalagi menafsirkanya dengan kehendak sendiri. Perhatikan bagaimana Alkitab menjelaskan sekaligus mengingatkan bukti-bukti pengenalan akan Allah demikian juga sifat-sifat orang yang tidak mengenal-Nya.

Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. Efesus 4:20-25.

Jangan sekali-kali menuduh orang lain tidak benar, sebelum menggunakan ukuran yang asli yaitu Firman Tuhan, agar kitapun tahu dipihak siapa kita berada.

error: Content is protected !!