Yesus Kristus Atau Iblis (Bagian 2)

Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. Kejadian 3:6.

Penyejuk Jiwa – Alkitab mencatat bahwa nama Hawa diberikan kepada perempuan pertama itu setelah mereka jatuh ke dalam dosa. Hawa artinya, “Ibu semua yag hidup” (Kejadian 3:20). Dari sejak itulah berawal tersebarnya kata “hawa nafsu” di halaman-halaman Perjanjian lama dan Perjanjian Baru dengan banyak rujukan. Sebelum menyimak lebih dalam rujukan kata tersebut, kita akan melihat bagaimana nafsu Hawa yang kemudian menjadi hawa nafsu, Tuhan gunakan untuk mengingatkan umat-umat-Nya sepanjang masa.

Mari kita bernapak tilas sejenak ke taman Eden menapaki jejak kaki Adam dan Hawa melalui penegasan Alkitab dalam Kejadian fasal 2 dan 3. “TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.” Kejadian 2:15.

Allah pencipta Yang Maha Kasih datang setiap hari ke Eden mengunjungi kesayangan-Nya. Saya yakin Dia selalu mengingatkan Adam dan Hawa tentang perjanjian yang menjadi pertanda kasih antara mereka dengan Khalik Pencipta. Demikian pesan itu, “tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” Ayat 17. Sudah barang tentu taman Eden begitu luas terbukti satu sungai mengalir membasahi taman itu, dan persis dibagian tengah  terbagi menjadi empat cabang. Bukan hanya luas namun sungguh indah dengan pepohonan dimana buah-buahnya memberikan kehidupan bagi mereka. Boleh dikata semua serba lengkap. Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.” Ayat 9. Dengan kenyataan ini, Adam dan Hawa menyadari bahwa satu-satunya aturan yang diberikan kepada mereka sungguh tidak rumit, karena selain dari pohon larangan itu, Allah menyediakan sempurna bagi kebutuhan mereka. Lalu mengapa masih melanggar.  Poin utamanya di sini, terletak pada cara Hawa menyikapi godaan. Yang membuat penglihatan perempuan itu lebih tertarik dengan buah pohon larangan tersebut hanya karena telah terbius dengan rayuan gombal ular atau Iblis. Dia melayani percakapan demi percakapan yang seharusnya cepat menghindar setelah mengetahui tujuan tipu daya setan semata-mata untuk melanggar perintah Allah. Disinilah  letak kelicikan ular yang mampu mengemas dosa itu seperti terasa manis kalau sempat dilayani. Apa yang dilakukan oleh siswa C pada renungan kemarin tanpa berpikir panjang menyatakan, “tiada waktu buat Iblis!” itu yang amat elegan.

Negara Indonesia sedang dalam status darurat narkoba. Kepala negara sendiri yang telah menyatakan, mengingat bahayanya yang telah merenggut nyawa manusia sebanyak lima puluh orang setiap hari. Salah satu upaya yang dilakukan, hampir di setiap rt, rw sampai kelurahan terpampang spanduk-spanduk, brosur-brosur dengan slogan, say no to narkoba, katakan tidak kepada narkoba. Dan banyak lagi kalimat-kalimat lain yang dianggap dapat menjamah hati masyarakat agar menjauhi barang haram tersebut. Namun sejauh ini temuan Badan Narkotika Nasional (BNN), tetap menunjukkan bahwa jumlah korban semakin meningkat. Mengapa?  Jawabnya sama dengan kasus Hawa. Ketika seseorang mengetahui bahwa dia sedang berhadapan dengan agen atau petugas marketing narkoba, tidak langsung menghindar dengan mengatakan tiada waktu buat narkoba. Malahan memberi waktu sampai akhirnya terkesima dengan rayuan. Siapa yang tidak tahu bahwa barang berbahaya itu mematikan. Berarti tidak lah berlebihan jika disebut di belakangnya adalah Iblis.

Saya pernah membaca di salah satu tabloid, bahwa para penjual narkoba dan sejenisnya di tahap awal harus berhasil mempengaruhi korbannya agar membeli (mengkonsumsi). Jika sudah menikmatinya paling sedikit lima kali, sudah pasti menjadi pelanggan rutin  karena telah mengecap racun ketergantungan. Itulah yang disebut dengan ketergantungan yang menyiksa sampai berujung maut. Jadi solusinya, jika sudah tahu ada Iblis langsung tinggalkan. Hal ini sama kiatnya untuk menghindari semua godaan yang sifatnya berusaha merangsang hawa nafsu. Ingat! Jangan sampai seperti nafsu Hawa. Doa saya, “Tuhan, bantu saya agar jangan menjadi hawa modern saat menghadapi pencobaan hari ini!”

error: Content is protected !!