Waspadai Rujukan Hawa Nafsu

Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Roma 13:13.

Renungan Harian – Ada tiga rujukan hawa nafsu secara gamblang diingatkan dalam ayat renungan di atas. Untuk tahap permulaan kita sebut dengan istilah rujukan karena hawa nafsu dapat menggiring seseorang berambisi terhadap tiga aspek kehidupan yang akan kita lihat selanjutnya. Jika terjadi lepas kontrol maka ambis (keinginan) itulah yang akan membuahkan dosa. Mari kita lihat ketiga rujukan tersebut dan uraian Alkitabiah satu persatu.

  1. Hawa nafsu serakah, menyangkut aspek materi atau harta kekayaan.
  2. Hawa nafsu birahi, menyangkut aspek percabulan dan perselingkuhan.
  3. Hawa nafsu rakus, menyangkut aspek pemanjaan selera.

Upaya Iblis merasuki ketiga aspek itu mengakibatkan kehidupan orang-orang masa kini, berada di tepi jurang kebinasaan, tinggal menunggu saat untuk terperosok jika tidak betobat. Sedangkan jumlah korban yang telah mengalami kehancuran tidak terhitung lagi banyaknya dari zaman ke zaman. Di era orde baru ketika Republik ini dipimpin oleh Bapak Soeharto yang dijuluki sebagai bapak pembangunan pernah mengamarkan agar mewaspadai “3TA” yaitu tahTA, harTA, waniTA. Dicanangkan melalui salah satu pidatonya saat melantik jajaran menteri, bahwa ketiga hal tersebut merupakan virus jabatan yang mengancam para petinggi negara di mana-mana. Bukan hanya petinggi negara tetapi termasuk kelompok professional di berbagai bidang usaha. Terlepas dari bobot pembicaraannya apakah sekedar omong doang atau tidak, namun ada relevannya dengan nasihat firman Tuhan yang menjadi pokok renungan hari ini. Jangan-jangan beliau mengutip dari Alkitab yang pernah dia baca. Siapa tahu! Karena siapapun yang memberikan pencerahan dalam hidup ini dan kapasitas apapun yang dia miliki, itu semua sudah tersurat dan tersirat dalam kitab suci. Termasuk motivator-motivator terkemuka yang harus dibayar mahal saat berceramah, semua materi pembicaraan mereka bersumber dari Alkitab.

Ini dapat kita temukan melalui bubu-buku yang ditulis, misalnya Dale Carnegie, Napoleon Hill, Vincent Peale, John Maxwel, Anthony Robbin bahkan Steven R Covie dan lain-lain. Bagi anda dan saya yang telah membaca tulisan mereka akan mengakui bahwa materi pemotivasian yang mereka tuangkan dalam buku, tetap menyiratkan firman Tuhan menjadi referensi.

Apa yang kita maksudkan di sini ialah, bahwa Tuhan melalui Kemahatahuan-Nya telah mengingatkan semua manusia, mewaspadai bahaya dari hawa nafsu yang pasti semakin merajalela sesuai perkembangan zaman. Bukankah di hadapan mata kita setiap hari menyaksikan melalui media sosial suguhan berita tertangkapnya oknum-oknum tertentu akibat pelanggaaran hukum. Rentetan selanjutnya mengungkapkan ternyata oknumnya adalah pejabat yang selalu mendapat promosi, kemudian harta semakin bertambah dan semakin bertambah pula istri dan beberapa di antarannya berstatus isteri simpanan. Apa yang diutarakan di atas tadi yakni tahTA, harTA dan waniTA kelihatannya sudah merupakan tiga serangkai yang tidak mudah memisahkanya.

Satu pengalaman saat mengembalakan satu gereja besar di Jakarta. Ketika melayani di sana, salah seorang anggota jemaat diangkat menjadi kepala Rumah Tahanan dimana mantan pejabat tinggi dan mantan orang penting dikurung di dalam. Satu hari dia meminta saya agar datang ke kantornya. Ruangan yang cukup representatif berada di lantai dua, sementara di bagian bawah dijejeri dengan ruangan berterali besi. Beliau menuntun saya ke arah jendela kantornya, dan menunjukkan beberapa ruangan sambil berkata, di sanalah si polan, si polan dan si polan sambil menyebut beberapa nama. Dengan nama-nama yang dia sebut, saya pun tahu mereka. Karena sebelum dijebloskan ke dalam penjara kasus mereka telah diungkap di hampir semua sosial media, mulai dari tindakan korupsi, manipulasi sampai akhirnya diketahui banyaknya isteri-isteri mereka. Kemudian beliau setengah berbisik kepada saya memohon, “Pendeta, berat memegang tugas ini, doakan saya. Kroni-kroni mereka ini masih banyak berkeliaran di luar sana, bahkan saya kadangkala mendapat teror melalui telepon.”

Semua telah menimpa mereka karena hawa nafsu serakah, birahi dan rakus. Apakah ada bahagia di sana? Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan TUHAN dari pada banyak harta dengan disertai kecemasan. Amsal 15:16. Kita akan cermati ketiga aspek di atas pada renungan selanjutnya.

error: Content is protected !!