Tidur Yang Enak Penunjang Kesehatan

Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman. Mazmur 4:9

Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur. Pengkhotbah 5:11

Penyejuk Jiwa – Saya percaya semua netizen telah lama mengetahui bahwa tidur yang cukup di malam hari sangat bermanfaat untuk kesehatan. Kemudian kita sudah sangat femiliar dengan durasi jam-jam tidur sesuai usia misalnya orang dewasa sekitar 6 s/d 7 jam yang paling ideal. Semakin meningkat usia, semakin berkurang pula saat-saat tidur yang dibutuhkan. Akan tetapi apabila kurang tidur akan mempengaruhi daya tahan tubuh manusia rentan terhadap serangan penyakit. Itulah sebabnya mengapa Tuhan mengatur rotasi bumi ini sedemikian rupa dengan pembagian waktu siang dan malam dengan forsi yang sama. Para akhli yang menekuni bidang ilmu kesehatan menguraikan manfaat tidur ini dengan lebih diteil yang dapat kita simak dalam berbagai buku maupun penuntun kesehatan yang banyak dirilis di media sosial sekarang ini.

Adapun sisi yang akan kita soroti melalui renungan ini sehubungan dengan manfaat tidur, adalah bagaimana agar dapat tidur dengan nyenyak. Kini dikenal satu kondisi bahkan sudah dikategorikan sebagai jenis penyakit yang disebut insomnia atau susah tidur. Jika anda yang sedang menikmati bacaan ini masih tergolong pribadi yang selalu menikmati jam tidur malam secara berkualitas, maka berbahagialah anda. Karena survei telah membuktikan bahwa derita penyakit yang sering merenggut nyawa manusia kebanyakan diawali oleh karena minimnya jam-jam tidur setiap hari. Memang penyakit tertentu bisa saja berdampak menjadi susah tidur kepada penderita, akan tetapi insomnia atau susah tidur itupun pada giliranya akan mengakibatkan tubuh menderita penyakit yang lebih serius. Tentu kita memerlukan formulanya.

Kembali kepada firman Tuhan sebagai penuntun kesehatan yang telah baku, atas kasih sayang Pencipta kepada makhluk ciptaan-Nya. Paling sedikit ada tiga tonggak pilar pada dua ayat renungan di atas yang perlu dibangun dalam diri seseorang agar menikmati tidur yang nyenyak.

  1. Percaya akan lindungan Tuhan sebagai jaminan keamanan yang tiada duanya. Tidak perlu lingkungan tempat kita beristirahat malam, apakah itu rumah atau yang lain over protective atau pengamanan yang berlebihan. Yakin saja kepada janji-Nya, Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Mazmur 34:8.
  2. Lakukan pergerakan otot atau exercise denga rutin. Alkitab menyebutnya dengan bekerja. Interpretasi ini kita sebut demikian berdasarkan konteks, dimana saat ayat itu ditulis pertama kali, ditujukan kepada masyarakat petani sehingga setiap bekerja pasti mengerakkan otot-otot. Tidak heran kalau pengaruhnya menjadikan enak tidur. Bagi mereka yang bekerja tanpa menggerakkan otot seperti lazimnya orang kantoran atau profesi lain maka kata “bekerja” di situ ialah olahraga. Bilamana itu dilakukan dipastikan juga enak tidur.

Jangan makan kekenyangan saat menjelang tidur. Renungan kita menulis seperti ini, “kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur.” Apa maksudnya? Kalimat inipun perlu dikontekstualisasi. Di zaman raja Salomo yang menulis firman ini, menjadi adat kebiasaan orang kaya lebih senang makan besar di malam hari. Bahkan pesta-pesta sering diselenggarakan hingga larut malam. Tidak jauh beda dengan kondisi sekarang ini di mana-mana termasuk di lingkungan kita dengan menjamurnya cafe-cafe di malam hari. Padahal cara seperti ini sudah sangat mengganggu kesehatan karena susah untuk tidur nyenyak. Kalaupun membaringkan tubuh akan lebih banyak diganggu oleh mimpi-mimpi buruk berhubung usus kita masih dipaksa untuk bekerja keras padahal seharusnya beristirahat. Ketiga konsep ini cukup ampuh untuk menikmati istirahat yang nyenyak di malam hari, bangun pagi dengan tubuh segar seutuhnya untuk bersyukur kepada Allah pemberi hidup itu.

error: Content is protected !!