Telah Teruji Secara Klinis (Lanjutan)

Janganlah engkau ada di antara peminum anggur dan pelahap daging. Amsal 23:20

Renungan Harian – Apa yang dialami oleh Daniel, Hananya, Misael dan Azarya di Babilonia bukanlah mutlak faktor mujizat, melainkan proses alami yang wajar. Itupun bisa dialami oleh siapa saja yang mau menghidupkan pola yang sama karena Allah sendirilah yang menganjurkan menu seperti itu sejak awal penciptaan. Perlu kita ingat saudaraku, bahwa pola kehidupan seperti itu masih dijumpai dalam kehidupa modern sekarang  yakni sekelompok masyarakat, yang dikenal sebagai suku Hunza.

Mereka tinggal di lereng pegunungan Himalaya, di barat laut Kashmir, sebelah selatan Pakistan atau di barat daya Afganistan. Silahkan anda satu waktu berkunjung ke sana bagi yang belum pernah agar menyaksikan secara langsung. Satu kawasan dengan udara segar, pegunungan yang bebas polusi dengan sumber mata air yang jernih, keluar dari bebatuan yang dapat diminum tanpa harus dimasak. Orang-orang Hunza dikenal jarang sakit dan berumur panjang. Rata-rata usia mereka 120-150 tahun.  Pada usia 85 s/d 100 tahun mereka masih biasa bekerja di ladang, memiliki gigi yang lengkap, tulang yang kokoh dan kulit sehat. Bahkan pada usia seperti itu mereka masih aktif berolah raga. Hampir tidak ada yang terkena serangan penyakit akibat pola hidup modern yang melanda dunia saat ini seperti serangan jantung, stroke, darah tinggi, diabetes, gagal ginjal, liver, paru-paru, kanker dan penyakit degeneratif lainnya. Karena semua penyakit ini secara umum diakibatkan oleh pola hidup yaitu apa yang  dimakan dan diminum.

Tertarik dengan kenyataan tersebut maka para akhli melakukan penelitian lansung dengan terjun on the spot dan akhirnya menemukan rahasia melalui life style atau pola hidup orang-orang Hunza. Faktanya sangat sederhana dan boleh disebut Alkitabiah. Rahasia panjang umur dan tetap sehat orang-orang Hunza terletak pada pola hidup dan makanannya. Mereka telah terbiasa menjadikan buah-buahan segar, buah-buahan kering dan sayuran sebagai bagian dari menu makanan utama. Hampir tidak pernah mengonsumsi makanan yang diolah atau dimasak, dan hanya sedikit makan daging bahkan kebanyakan di antara mereka tidak mau menikmatinya.

Bagaimana caranya mereka mampu mempertahankan jumlah kalsium yang cukup di dalam tubuh? Rahasianya di dapat dari konsumsi sayuran segar tadi, dan itu mereka lakukan secara rutin. Semua para akhli gizi mengakui hasil penelitian, bahwa sayuran segar mengandung prekusor vitamin A yang tinggi. Sayuran hijau juga mengandung jumlah kalsium yang cukup tinggi. Bukan hanya itu saja, orang-orang hunza yang hidup di pegunungan Himalaya ditunjang oleh pola hidup sederhana yang terbebas dari stress dan lingkungan udara yang bebas polusi. Pada umumnya mereka meninggal bukan karena sakit, melainkan faktor ketuaan atau penyakit tua secara alami setelah mencapai usia suntuk.

Hidup sehat dan panjang umur seperti orang-orang Hunza bisa dinikmati oleh siapa saja, asalkan memperhatikan kebutuhan tubuhnya dengan asupan keseimbangan nutrisi makanan yang bergizi. Tentu hal ini telah terpelanting jauh dari pola kehidupan orang-orang di era moderen pada abad 21 sekarang. Umumnya bergantung ke makanan super market yang serba instan apalagi mengandung bahan-bahan pengawet, pewarna serta penyedap rasa namun dapat merusak kesehatan para konsumen. Dari segi cita rasa memang makanan-makanan itu sungguh enak di lidah, tetapi sebenarnya tidak memberi makan tubuh kita kerena gizi yang sangat rendah. Itulah yang dikenal dengan istilah foodless food, makanan yang sesungguhnya tidak mengandung makanan. Masih ragukah kita berpola hidup seperti Daniel, Hananya, Misael, Azarya dan suku Hunza. Ikutilah menu rancangan Allah demi kesehatan seutuhnya.

error: Content is protected !!