Sumber Kerukunan

Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.
Roma 15:5,6.

Penyejuk Jiwa – Pada renungan kemarin kita sudah dituntun kepada suasana yang amat mengesankan apabila suatu perhimpunan umat manusia hidup dengan rukun. Di dalamnyalah terdapat keindahan, kebaikan, keharuman yang merambat ke mana-mana. Semua orang dalam lapisan sosial manapun, merindukan suasana seperti itu bahkan sangat menyukainya. Yang menjadi penghalang besar adalah, hanya keinginan yang ada, namun tidak pernah berupaya untuk membangun kerukunan bersama-sama. Masing-masing berambisi untuk mengedepankan kepentingan kelompok sehingga terjadilah benturan-benturan yang amat merugikan, karena tidak jarang diwarnai oleh tindakan-tindakan anarkis.

Anggaplah dulu kita sedang berangan-angan untuk membayangkan subuah Tatanan Dunia Baru atau New World Order yang kini banyak diimpikan oleh para pemimpin dunia. Ronald Reagen ketika sedang menjabat Presiden Amerika Serikat pernah mencanangkan impian itu.

Misalkan ada satu dunia dimana penduduknya hidup dengan rukun, sebut sajalah itu di negeri entah berantah. Pernahkah kita bayangkan bahwa di situ tidak perlu ada polisi, dengan seluruh perlengkapan senjata pengamanan. Juga tidak akan ada bangunan penjara di mana-mana. Sebagai kaitanya tentu tidak akan ada gedung yang akan digunakan untuk sekolah kepolisian dengan seluruh sarana dan prasarananya. Tidak dibutuhkan Satpol PP karena masyarakat telah terbiasa hidup tertib dan damai itu sebabnya rukun. Masih banyak lagi institusi-intitusi yang tidak diperlukan di dunia entah berantah tersebut, karena mereka sudah berbudayakan kerukunan. Kemudian di balik semua itu pernahkan kita bayangkan berapa banyak uang negara yang tersimpan dengan tidak adanya polisi, satpol pp dan lain-lain yang tidak dibutuhkan? Silahkan bertanya kepada menteri keuangan negeri ini, berapa banyak uang yang diallokasikan untuk budget pengamanan setiap menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sudah pasti jumlahnya triliyunan rupiah. Jadi sekiranya semua itu…tidak ada karena tidak dibutuhkan, sejumlah itu jugalah dana yang dapat digunakan untuk kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian semakin sempurnalah kerukunan itu dari waktu ke waktu. Kita tidak boleh lupa bahwa di negeri yang rukun sudah barang tentu tidak ada koruptor, tidak ada pencuri, dan jenis kejahatan lain. Semua kekayaan hanya ditujukan untuk kesejahteraan rakyat secara merata dan sudah pasti dalam level keadilan dan kemakmuran. Itulah kondisi kerukunan yang sesungguhnya yang dinyatakan dalam ayat renungan kemarin. Sangat sederhana memang, namun manusia menjadikanya hanya mimpi.

Kelihatanya kerinduan ini, jika untuk skala nasional atau dunia yang lebih luas bisa seperti syair lagu, “mudah-mudahan itu hanya mimpi.” Apalagi semakin merebaknya sifat-sifat manusia seperti diingatkan dalam Mazmur 35:20, “Karena mereka tidak membicarakan damai, dan terhadap orang-orang yang rukun di negeri mereka merancangkan penipuan.” Inilah sekarang yang sedang merajalela sehingga banyak terjadi permusuhan yang sering berujud dengan perkelahian antar kelompok dan golongan. Mereka tidak pernah membayangkan betapa besar kerugian yang diderita oleh kedua pihak yang bertikai sebagai akibatnya dan tidak jarang menelan korban jiwa.

Akan tetapi mari kita mulai dari ikatan masyarakat paling kecil yaitu rumah tangga atau keluarga. Formulanya tetap ingat firman Tuhan, termasuk pokok renungan kita hari ini. “Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.” Roma 15:5,6.

Sumber kerukunan itu ialah Allah melalui anaknya Yesus Kristus. Setiap keinginan untuk mendapatkan sesuatu tentu harus datang kepada sumbernya. Firman ini adalah bagian dari doa. Berarti kedatangan setiap orang kepada sumber kerukunan itu haruslah dengan doa yang sungguh-sungguh. Ingat dan sadari janji Tuhan yang pasti, “barang dimana terdapat kerukunan ke sanalah Dia memerintahkan berkat kehidupan selama-lamanya.” Semoga ini menjadi bagian anda dan saya!

error: Content is protected !!