Sumber Kebahagiaan Sejati

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Amsal 4:23.

Renungan Harian – Semua orang mengenal John Maxwel sang motivator top dunia, baik melalui buku-bukunya maupun dengan tatap muka pada saat mengadakan seminar di berbagai penjuru dunia. Ada kelebihan tersendiri dari Maxwel jika dibanding dengan motivator lain yaitu isterinya memiliki kapasitas yang hampir sama dalam pemotivasian. Sehingga mereka selalu tampil berdua di depan publik pendengar kemanapun diundang berbicara.

Demikianlah satu ketika Margareth isteri John Maxwel menjadi penceramah di seminar yang bertemakan “Kebahagiaan” sebagai topik yang sering menarik perhatian banyak orang. John Maxwel, sang suami duduk di bangku paling depan dan juga dengan tekun mendengarkan isterinya. Inilah yang menjadi kebiasaan mereka berdua setiap tampil selalu saling memperhatikan sebagai jurus untuk saling melengkapi.

Setelah selesai pembicaraan seperrti biasa memasuki sesi tanya jawab, seorang ibu mengajukan pertanyaan padanya: “Mrs Margareth, apakah Pak John Maxwel suami anda membuat anda bahagia?” Mendengar pertanyaan yang berbobot tantangan itu, seluruh ruangan menjadi hening. Margareth tampak berpikir sejenak dan kemudian menjawab, “Tidak” bahkan dia ulangi mengatakan, “Sama sekali tidak!” Seluruh hadirin tentu terperangah mendengar jawaban itu, karena suaminya ada di depanya. Hadirin langsung menoleh kepada John Maxwel dengan mimik muka yang terkejut bercampur bingung.

Akan tetapi untuk memecah kesunyian Margareth melanjutkan pembicaraan bagaikan lanjutan seminar dengan menyatakan, “John adalah suami yang sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, dan mabuk. Ia seorang suami yang setia, selalu memenuhi kebutuhan saya secara jasmani maupun rohani. Namun tetap dia tidak bisa membuatku bahagia.”

Mendengar itu kemudian seorang hadirin balik bertanya, “Mengapa?”

Dengan “to the point” Margareth menyatakan yang sesungguhnya, “Tidak seorangpun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri.”

Selanjutnya ialebih  menegaskan kepada seluruh hadirin, “Tidak ada orang lain yang dapat membuatmu bahagia, apakah itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobbimu. Semua itu tidak dapat membuatmu bahagia. Yang bisa membuatmu bahagia hanyalah dirimu sendiri. Kamulah yang bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Dan kunci utama untuk itu ialah kehidupan yang selalu bersyukur, tidak pernah perasaan minder atau rendah diri, selalu percaya diri, berbuat baik kepada siapapun termasuk yang memusuhimu, dan jangan pernah merasa sedih menjalani hidup.

Apa yang dinyatakan oleh motivator terkenal itu, semuanya bersumber dari perkataan Yesus Kristus dalam firman-Nya.  Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Amsal 4:23. Pola pikir kitalah yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor-faktor dari luar diri. Pada saat anda dan saya menjalani kehidupan bersyukur, saat itulah kita memilih bahagia dan harus kita tularkan kepada semua orang yang kita kasihi. Itulah sumber kebahagiaan sejati.

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. 1 Tesalonika 5:18 .

Jangan pernah harapkan memeproleh kebahagiaan hidup ini dari sumber lain kecuali mata air sejati yang disediakan Yesus yakni firman-Nya. Mari kita nikmati setiap hari bersama-Nya.

error: Content is protected !!