Singkirkan Segala Penghalang

Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. Yakobus 4:3.

Penyejuk Jiwa – Saya yakin masih segar dalam ingatan anda, ketika ayat ini menjadi pokok renungan kita sebelumnya,   namun ada hal yang perlu kita kaji ulang dari konteks yang berbeda agar lebih melekat dalam ingatan. Secara induktif rasul Yakobus menyebutkan alasan mengapa Tuhan tidak menjawab doa kita.  “Sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.”  Supaya lebih terfokus pengertian kita tentang “hawa nafsu” dalam ayat ini, harus dilanjutkan membaca ke ayat 4 dalam terjemahan yang lain. Kita ambil  New King James Version, salah satu versi Alkitab yang lebih dekat dengan Gerika, bahasa original Perjanjian Baru. Demikian bunyinya, “Adulterers and adulteresses! Do you not know that friendship with the world is enmity with God? Whoever therefore wants to be a friend of the world makes himmself an enemy of God. James 4:4. Sedangkan dalam  Alkitab Terjemahan Baru menuliskan sebagai berikut, “Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.” Yakobus 4:4.

Jika kita bandingkan kedua terjembahan ini, sebenarnya sama pengertianya hanya disebut dengan istilah yang berbeda. Alkitab terjemahan baru menyebut  “orang-orang yang tidak setia” sedangkan New King James Version dengan spesifik menyebut “pejinah, pejinah baik itu laki-laki maupun perempuan.” Bukankah “pejinah-pejinah” adalah “orang-orang yang tidak setia” terhadap sumpah pernikahan? Dengan demikian kedua bahasa ini telah menyebutkan hal yanag sama yakni mereka yang dikuasai oleh hawa nafsu birahi, sering disebut dengan istilah nafsu kebinatangan. Itulah yang disebutkan pada ayat renungan di atas sebagai penghalang doa kita berkenan kepada Tuhan. Ada hal yang menarik di sini bilamana kita telusuri lebih dalam amaran-amaran Firman Tuhan bagi semua umat yang dicintai-Nya. Mari kita lihat tentunya masih dalam konteks yang sama melalui dua ayat.

Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.                                                                  

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Ibrani 13:4,5.

Tentu pembaca akan bertanya, “mengapa kedua ayat ini dikategorikan satu konteks sementara ayat 4 membicarakan soal “pejinah” sedangkan ayat 5 tentang “uang?” Disinilah rahasia kesempurnaan kasih Tuhan yang diterangkan melalui firman-Nya. Dia tahu bahwa uang akan menjadi pemicu penyalahgunaan hawa nafsu dari zaman ke zaman, sehingga kedua ayat tersebut dituliskan sebagai amaran satu paket. Kita ambil salah satu contoh. Kini media sosial ramai membicarakan turis-turis wanita dari Maroko, tertangkap di daerah Puncak, karena mereka menerjunkan diri menjadi PSK di daerah wisata itu. Disebutkan bahwa para hidung belang sangat menyukai wanita tunasusila asal Maroko itu, sekalipun dengan tarif yang disebutkan antara 2 sampai 5 juta sekali kencan. Tidak menjadi rahasia lagi termasuk di negeri ini adanya praktek-praktek prostitusi kelas tinggi dengan tarif sampai 200 jutaan sekali tidur dengan para PSK. Hampir setiap pekan media sosial selalu mengungkap temuan-temuan tersebut. Dapatkah kita lihat di sini bagaimana firman Tuhan memberikan amaran bagi anda dan saya sebagai umat yang dikasihi-Nya? Erat kaitan uang dengan penyalahgunaan hawa nafsu bukan?

Mari kita fahami bahwa Allah selalu menjawab doa setiap orang yang berseru pada-Nya, sejauh itu membawa bahagia yang sejati. Jika yang kita minta untuk digunakan memuaskan hawa nafsu, sudah barang tentu Dia akan menangguhkan karena Tuhan tahu apa yang tebaik bagi anda dan saya. Oleh sebab itu mari kita aminkan apa yang kita nikmati dari tangan-Nya, belajarlah mensyukuri apa yang ada. Jangan sekali-kali mendahului Tuhan.

error: Content is protected !!