Sengsara Mesias Membawa Nikmat Bagi Manusia

Dan apa yang kuberitakan itu tidak lain dari pada yang sebelumnya telah diberitahukan oleh para nabi dan juga oleh Musa, yaitu, bahwa Mesias harus menderita sengsara dan bahwa Ia adalah yang pertama yang akan bangkit dari antara orang mati, dan bahwa Ia akan memberitakan terang kepada bangsa ini dan kepada bangsa-bangsa lain.” Kisah Para Rasul 26:22,23.

Renungan Harian – Baik tulisan Musa, maupun para nabi, sampai ke Perjanjian Baru dalam Alkitab berulang-ulang menubuatkan bahwa Mesias harus menderita sengsara demi menebus manusia dari perhambaan dosa. Sungguh menyayat kalbu memang apalagi jika kita renungkan nubuatan nabi Yesaya menyangkut dengan sengsara Yesus, tertikam, penuh bilur-bilur dan diremukkan. Mari kita ulang untuk menyimak sekali lagi.

Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Yesaya 53:5,6.

Mungkin anda pernah menyaksikan film “The Passion of The Christ” paling sedikit cuplikan-cuplikan yang kini masih dapat di download melalui youtube. Seperti kita tahu film dokumenter rohani ini adalah karya Jim Caviezel dengan Mel Gibson sebagai direktur produksi. Bagi yang sudah menyaksikan akan ada episode-episode dimana kita tutup mata tidak sanggup melihat bagaimana keberingasan para serdadu menyiksa Yesus sepanjang perjalanan Via Dolorosa di jalan penderitaan, ketika Dia memikul salib-Nya sendiri menuju bukit Golgota. Itulah sebabnya film ini saat memasuki badan sensor film Amerika sebelum tayang perdana, ditolak dengan alasan terlalu berlebihan adegan penyiksaan, sepertinya melampaui apa yang sebenarnya diderita oleh Yesus ketika mengalaminya. Sudah barang tentu keputusan itu membuat Jim Caviezel dan Mel Gibson pusing tujuh keliling, mengingat biaya pembuatan film tersebut telah menelan jumlah US dollar ($) yang amat besar.

Seluruh tim produser berupaya dengan segala daya untuk mencari solusi tentu langkah yang elegan mereka upayakan adalah meyakinkan pihak sensor film bahwa apa yang mereka kemas sesungguhnya berdasarkan fakta autentik. Mereka kembali mengumpulkan para theologian termasuk buku-buku sejarah khusunya tulisan Josefus, sejarawan Yahudi yang terkenal. Dari hasil penelitian para akhli itulah akhirnya didapati satu kenyataan bahwa seluruh adegan yang menyiksa Juruselamat dalam film “The Passion of The Christ” sungguh benar demikian. Bagi anda yang belum pernah menyaksikan cobalah clik sekarang dengan tujuan melengkapi bahan renungan, tentang penderitaan Kristus untuk missi penyelamatan dunia. Cukup mengenaskan memang namun itulah kenyataan.

Sebenarnya badan sendor film Amerika tidak perlu harus bersusah payah mencari fakta, Alkitab telah cukup memberikan bukti, apakah itu Kita Nabi Yesaya yang kita kutip berkali-kali, ditambah lagi dengan catatan injil Yohanes tentang penderitaan Kristus saat menjalani rangkaian penyaliban.

Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. Yohanes 19:32.

Menurut kebiasaan Romawi ketika menghukum para penjahat dengan salib, harus dipatahkan dulu tulang-tulang mmereka baru mati. Setelah itu barulah diturunkan untuk dikuburkan. Akan tetapi Yesus tidak menjalani itu, sebelum tulang-Nya dipatahkan Dia sudah mati lebih dulu karena sudah terlalu lelah mengalami penyiksaan sepanjang jalan penderitaan. Inilah juga kegenapan nubuatan Alkitab, dimana  Yesus Kristus yang disalibkan adalah ujud dari korban anak domba dari orang-orang berdosa yang tidak boleh dipatahkan tulang-tulangnya saat dipersembahkan. Tiada bahan renungan yang akan mengangkat jiwa kita bersukacita, selain dari sengsara Yesus Penebus karena kita berharga dimata-Nya. Dia rela menanggung semua itu demi keselamatan anda dan saya. Mari kita sambut tantangan yang Yesus ucapkan dari atas salib, “Semuanya telah Kutinggalkan karenamu, apa yang engkau tinggalkan untuk mengikut Aku?”

error: Content is protected !!