Sebuah Titik Pandang Kristen Tentang Menonton Acara Sekular TV

Tiada kutaruh di depan mataku perkara dursila; perbuatan murtad aku benci, itu takkan melekat padaku. Mazmur 101:3.

Renungan Harian – Ketika berbicara mengenai etika moral dan sosial Kristen, tidaklah cukup mengevaluasi bukti ilmu pengetahuan yang pro dan kontra terhadap sesuatu, namun perlu dikaji hasil penemuan itu sesuai dengan sudut pandang dari prinsip-prinsip serta nilai-nilai Alkitab. Dan untuk tujuan itu sesungguhnya diharapkan setiap orang Kristen harus mendalami Firman Tuhan yang mengutaraka nilai-nilai mendasar perihal situasi moral dan etika.

Memang secara literal Alkitab tidak pernah menyebut tentang televisi apalagi menyinggung soal deretan ataupun jenis-jenis acaranya. Tentu alasan yang masuk akal tidak lain karena saat Alkitab ditulis belum ada televisi maupun sejenisnya. Itulah sebabnya orang-orang Kristen perlu meneliti beberapa petunjuk firman Tuhan tersebut yang berhubungan dengan pola hidup kekristenan, agar menolong kita untuk menentukan apa yang menjadi sikap dan perilaku seorang Kristen terhadap acara televisi. Maka prinsip-prinsip yang ditemukan itulah yang akan menolong kita mengambil keputusan, apakah akan menonton acara TV tertentu atau tidak.

Salah satu di antaranya adalah ayat renungan hari ini yang merupakan keputusan setiap orang Kristen bilamana akan menonton televisi. Tiada kutaruh di depan mataku perkara dursila; perbuatan murtad aku benci, itu takkan melekat padaku. Mazmur 101:3

Semua orang harus jujur mengakui bahwa suguhan acara-acara di televisi, sudah barang tentu termasuk di media-media sosial yang dapat diakses melalui dunia maya, sudah diominasi oleh perkara-perkara dursila seperti kekerasan, pembunuhan, perselingkuhan dan pornografi. Jika anda dan saya adalah orang Kristen sejati tentu perkara-perkara seperti itu tidak mungkin kita izinkan melintas di depan mata, apalagi sampai menikmatinya.

Selanjutnya firman Tuhan menyatakan prinsip yang amat jelas sehubungan dengan hal ini.  Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Filipi 4:8  Pada renungan sebelumnya, telah diuraikan dengan jelas bahwa apa yang kita lihat sangat mempengaruhi pikiran. Dan oleh melihat kita bisa berubah.   

William Johnson seorang tokoh gereja ketika diundang mengadakan rapat tentang pemikiran sekuler mengindikasikan bahwa berpikir secara sekuler adalah lawan dari filosofi Kristen. Dia menyatakan sesuai pengamatanya, di Amerika jutaan orang pergi ke gereja tetapi sangat jarang ditunjukkan di televisi. Jutaan orang berdoa tetapi jarang disiarkan di TV. Banyak orang mengambil keputusan untuk mengikut Kristus tetapi TV tidak tertarik untuk memperlihatkanya. Penomena seperti ini bukan hanya di Amerika tetapi dimana-mana negara di dunia ini. Mungkin tidak terlalu beralasan jika dalam hal ini menyalahkan pihak pengelola pertelevisian, karena merekapun tentu tidak terlepas dari faktor bisnis. Sebab apabila menyiarkan jenis acara seperti itu maka mereka akan kehilangan pemirsa dan apa yang ditawarkan kepada publik tidak kesampaian secara maksimal. Kemudian di sisi lain mereka pun tahu bahwa jenis tayangan seperti itu bukan keinginan mata dan keinginan telinga para penonton televisi sekarang ini. Yang terutama dalam hal ini adalah bagaimana kita menyadari dampak dari segala yang kita lihat demikian dengan anak-anak bahkan seluruh anggota keluarga sehingga berupaya untuk mengatur.

error: Content is protected !!