Sebuah Kajian Yang Pasti

Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.  Yohanes 8:44.

Untuk menarik satu benang merah dari pokok-pokok renungan harian yang sengaja kita sajikan bagaikan mata rantai pada beberapa seri terakhir ini, harus segar dalam ingatan anda bahwa tema utamanya adalah “peranan melihat dan mendengar yang mempengaruhi pikiran.” Itulah sebabnya perbincangan kita lebih terfokus kepada televisi, dvd, hp, ipad, iphone, tablet dan lain sejenisnya yang kita akui telah mendominasi perhatian masyarakat masa kini. Lapisan sosial manapun sekarang, sudah pasti memiliki alat itu mungkin hanya perbedaan kwalitas dan jenisnya saja. Apapun yang menjadi substansi semua alat elektronik tersebut di atas apakah itu dalam bentuk game, sms, wa, facebook, twitter, youtube, dll, semuanya berkisar pada penglihatan dan pendengaran. Tentu tidak dapat dipisahkan juga dengan peran perusahaan raksasa seperti google, yahoo, facebook yang menjadi provider (penyedia) aneka ragam program sehingga aplikasi-aplikasi di dalam gadget itu dengan mudah dapat mengaksesnya. Ada lagi yang tidak kalah penting yakni internet.

Itulah kenyataan mutahir dalam era teknologi komunikasi canggih sekarang ini yang menciptakan sebuah hunian bernuansa “dunia maya.” Terlepas dari faktor positif dan negatif yang disuguhkan oleh elemen komunikasi itu, kita hanya mau merenungkan subuah kajian yang pasti. Anggaplah kita sedang bermimpi saat ini dan dalam mimpi tersebut kitapun berandai-andai.

Grant Thinker, mantan kepala TV National Broadcasting Company (NBC) pernah menyebutkan, “Jika kita mau merubah dunia kita bisa memulai dari suguhan-suguhan acara televisi.”

Bertolak dari pernyataan Grant, yang pernah memimpin stasiun televisi bergengsi bukan saja di Amerika bahkan di dunia, ada satu indikasi yang pasti. Seandainya semua stasiun televisi di seantero dunia ini sepakat untuk menyiarkan hanya perkara-perkara rohani, hal-hal yang membawa damai, semata-mata hendak menggiring semua pemirsa kepada Firman Tuhan dipastikan suasana Sorga  akan turun ke Bumi. Dan tidak ada satupun termasuk google, yahoo, facebook dan lain sebagainya yang menyediakan  program-program di luar tatakrama kebenaran. Maka semua makhluk di dunia ini akan wah, wah karena menikmati peacefully coexcistence (lingkungan yang damai). Jika ada diantara kita yang tidak yakin silakan coba memprakarsai, apabila itu bisa terjadi, maka hanya dalam hitungan puluhan bulan pasti terlihat kenyataan. Namun pertanyaanya ialah, “Mungkinkah???????”

Salah satu yang menjadi penghalang adalah pernyataan Firman Tuhan, bahwa kita masih hidup bersama iblis di dunia ini. Dialah dalang dan perancang di balik semua kejahatan termasuk perangkat-prangkat pemicunya. Yohanes pewahyu lebih gamblang mengingatkan, …celakalah kamu, hai bumi dan laut!  karena Iblis telah turun kepadamu,  dalam geramnya yang dahsyat,  karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.” Wahyu 12:12.

Mari kita simak ada dua pesan moral Alkitab melalui ayat ini. Pertama, iblis mengetahui bahwa waktunya sudah singkat sehingga dia berupaya menggunakan segala komponen kekuatan mempengaruhi manusia berada di pihaknya agar banyak menemaninya di api neraka kelak.  Kedua, hal itu tidak mungkin terjadi secara universal karena iblis telah melipatgandakan usahanya yang dahsyat. Itulah sebabnya mata dan telinga kita tak putus-putus melihat dan mendengar beragam kejahatan melanda dunia ini dengan bobot-bobot yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun sekalipun itu tidak mungkin terealisasi secara global, Tuhan memberikan jaminan kesuksesan kepada setiap orang yang memandang kepada Yesus dengan berpegang kepada Firman-Nya.

Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku. Wahyu 3:8.

error: Content is protected !!