Roti Hidup

Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barang siapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barang siapa percaya kepada-Ku, ia tiak akan haus lagi. Yohanes 6:35.

Renungan Harian – Orang yang paling banyak menyaksikan dan menikmati mujizat yang pernah dilakukan Yesus ialah pada waktu Ia memberi makan 5000 orang. Mujizat ini sangat penting karena keempat penulis injil yakni Matius, Markus, Lukas dan Yohanes menceritakan peristiwa tersebut. Itu pulalah puncak mujizat dan akhir penginjilan Yesus di Galilea ketika Dia berada di dunia ini.

Pernahkah anda menghitung berapa banyak roti yang diciptakan pada hari bersejarah itu? Kitab injil mencatat sebanyak 5000 hanya laki-laki yang berkumpul, belum termasuk wanita dan anak-anak. Ingat pula bahwa sepanjang hari belum ada orang makan apa-apa, berarti semua dalam keadaan lapar. Akan tetapi Yohanes menulis setelah makan mereka semua kenyang, (Yohanes 6:12). Misalkan satu orang memakan roti seberat 2,5 ons, maka Yesus menciptakan lebih dari satu ton, melalui 5 ketul roti yang ada ketika itu. Jumlah ini harus dikali dua jika mengikutsertakan wanita dan anak-anak. Inilah satu mujizat yang tidak dapat diterangkan oleh orang yang ragu-ragu pada zaman Kristus, juga orang yang tidak mau percaya  pada masa kini.

Melalui kejaiban inilah Yesus berusaha mengajarkan pelajaran rohani yang amat berharga yaitu “iman.” Dia mencoba memberikan satu fakta bahwa melalui kuasa Allah, segala kebutuhan manusia dapat dicukupkan. Malahan Dia juga menekankan melalui mujizat itu, bahwa Allah sanggup menyediakan bagi kita “jauh melebihi dari apa yang kita doakan dan pikirkan” (Efesus 3:20). Kisahnya belum berakhir hingga di sini. Disebutkan selanjutanya, “segala sisa makanan dikumpulkan.” Inipun mengajarkan kita bahwa tidak boleh ada berkat Tuhan yang dibuang percuma. Murid-murid membagi-bagikan sisa yang 12 bakul kepada sahabat-sahabat. Ini berarti bahwa berkat-berkat sorgawi harus dibagi-bagikan meringankan beban orang lain agar pada giliranya merekapun merasakan nikmatnya bersekutu dengan Tuhan. Itulah kunci utama yang akan mempertumbuhkan iman anda dan saya, untuk memetik pelajaran yang sangat berharga dari mujizat itu bahwa Yesus sendirilah sumber segala kebutuhan. Dialah Roti Hidup. Itu hanya diakui oleh umat-Nya yang telah mengalami.

Satu kali berkumpullah banyak orang di satu taman di London. Mereka mengelilingi seorang ateis yang membuat lelucon tentang Allah itu tidak ada. Dengan begitu dia menantang siapa saja yang mau maju untuk menyatakan bahwa pendapatnya salah. Mula-mula tidak ada yang berani menyambut tantanganya, tetapi kemudian seorang bekas pemabuk yang telah bertobat tampil menghadapi ateis itu. Tanpa mengatakan sepatah kata dia hanya mengeluarkan sebuah jeruk dari kantongnya mulai mengupas dan memakanya. Ateis tersebut merasa jengkel melihat perlakuan bekas pemabuk itu, lalu dengan marah dia berkata, “tuan jangan jadi bodoh, katakan apa komentarmu tentang kata-kata saya Allah itu tidak ada!” Bekas pemabuk itu tetap diam saja sambil memakan jeruknya sampai habis. Setelah selesai di berkata dengan lembah lembut kepada ateis itu, “coba beritahukan kepadaku apakah jeruk yang saya makan tadi manis atau asam?” Dengan suara sedikit menyentak si ateis menjawab, “Darimana saya tahu, bukankah engkau yang makan dan bukan saya, lalu apa hubunganya dengan masalah ada atau tidaknya Allah?”

Mulailah bekas pemabuk itu menerangkan dengan tenang, “Saya tahu dan percaya Allah itu ada karena saya telah ‘mencicipinya!’” Selanjutnya dia mengatakan, “Sebelum anda ‘mencicipi’ Allah, saya sarankan jangan dulu mengolok kami yang percaya pada-Nya. Saya telah menikmatinya maka saya tahu Dia berkuasa mengubah hidup seseorang. Allah telah mengubah hidupku dari seorang pemabuk kelas berat calon neraka menjadi seorang warga negara yang sabar. Beberapa di antara yang hadir ini dapat mengakui kesaksian saya ini. Sahabatku janganlah mengolok sesuatu yang belum engkau cicipi!”

Sebagaimana kita telah melihatnya, kita mencicipi Allah dengan menguji sendiri janji-janji firman-Nya, dan mengalaminya digenapi dalam kehidupan kita. Ujian ini dapat dilakukan dengan iman dan sama sekali jangan bimbang (Yakobus 1:6). Sementara anda merenungkan firman-Nya hari ini biarlah Roh Kudus menuntun pikiranmu kepada janji firman-Nya yang berhubungan dengan kebutuhan khusus di dalam hidup sehari-hari. Kita dapat melakukan tugas kita dengan satu keyakinan bahwa Allah dapat menggenapi janji-Nya. Semoga kita semua berada di level Kristen Yang Sejati, bukan Kristen KTP, alias Kristen Tanpa Pengalaman. Alami tenangnya kehidupan bersama Tuhan.

error: Content is protected !!