Rahasia Kitab Suci

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 2 Timotius 3:16.

Renungan Harian – Sesaat setelah kebangkitan-Nya sebelum naik ke Sorga, Yesus menggunakan kesempatan menerangkan perihal kitab suci kepada orang-orang yang menemui Dia. Ini dapat kita baca di injil Lukas bagian terakhir dimana Yesus menyatakan sebagai berikut, “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. Lukas 24:25-27.

Kemudian pernyataan yang sama diulangi lagi oleh Yesus pada ayat 44,45.  Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.” Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.

 Sama seperti sekarang ini, di zaman Yesus pun masih banyak orang yang salah mengerti kitab suci. Kekurangpengertian seperti inilah yang menyebabkan perbedaan di antara penganut faham Alkitab. Salah satu yang paling umum baik pada waktu itu ialah, anggapan bahwa perjanjian lama bukan lagi bagian dari kitab suci yang harus diterima sebagai perintah Allah. Itulah sebabnya sebelum meninggal kan dunia ini, Yesus merasa perlu menegaskan kembali apa itu kitab suci. Karena Dia mengetahui bilamana penerimaan terhadap kitab suci tidak didasari  oleh pengertian yang benar, maka sulit diharapkan terjadi persatuan di kalangan para pengikut-Nya. Apa yang dapat kita simak dari pernyataan Yesus Kristus perihal firman-Nya?

Pertama, dengan tidak tedeng aling-aling Yesus menegaskan bahwa setiap pengikut-Nya yang tidak percaya tulisan para nabi (Perjanjian Lama) adalah orang bodoh. Hal inipun tentu mengingatkan para pembaca Alkitab bahwa perkataan para nabi semuanya ditulis di Alkitab perjanjian lama.

Kedua, yang disebut kitab suci dimulai dari kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur. Ketika Yesus menjelaskan sedemikian rupa, maka ayat 45 menyatakan satu keberhasilan dengan sebutan, Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.

Menyoroti perkataan Yesus sehubungan dengan pengertian kitab suci, sangat perlu diterima dengan iman sejati khususnya dalam kehidupan umat Kristen masa kini. Sebab kalau tidak akan menjadi senjata ampuh bagi setan untuk memecah belah jemaat yang adalah tubuh Kistus. Dan tidak dapat dipungkiri bahwa pamungkas lucifer itu kelihatanya amat berhasil merobek-robek dasar iman kekristenan.

Ada sikap-sikap yang amat penomenal terjadi di kalangan pemuka Kristen dengan menggunakan podium kekudusan rumah ibadah menemplak sesama penganut keyakinan berdasarkan kitab suci Alkitab bahkan sampai berani menuduh. Ini dilatarbelakangi oleh perbedaan doktrin. Yesus sangat dihina melalui cara seperti itu, dan tidak pernah memerintahkan umat-Nya melakukan hal yang sama. Hanya dengan firman-Nya yang menjadi pokok renungan hari ini kita bisa menarik kesimpulan bahwa sikap seperti itu bukanlah pengikut Kristus alias Kristen. Yesus dengan tegas menyatakan bahwa seiyogianya tidak ada doktrin gereja ini, gereja itu, seharusnyalah doktrin Alkitab yaitu Firman Tuhan. Manfaatnyapun hanya ditujukan untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran.

error: Content is protected !!