Pulang Membawa Hasil Gemilang

Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya. Mazmur 126:6.

Masih ada hal yang menarik dalam ayat ini, pada saat kita akan menyimpulkan topik “the second mile” pada renungan harian ini. Jika hidup ini memang ibarat sebuah perjalanan lalu seberapa jauhkah jarak atau durasi antara “menangis sambil menabur benih, sampai akhirnya pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.” Mungkin ada yang cenderung bertanya seperti itu. Inilah yang mau diingatkan melalui renungan ini, bahwa pemikiran seperti itu merupakan bagian dari jerat setan yang mulai datang hendak menjatuhkan. Hal yang sama dilakukan oleh iblis kepada isteri, anak-anak maupun sahabat-sahabat Ayub. Ketika mereka mulai menghitung-hitung kapan derita itu akan berakhir, disanalah mereka jatuh sampai mengutuki Tuhan, akhirnya ditelan maut. Kecuali Ayub yang tetap menjalani hidup dengan tabah setia kepada Khalik apapun yang terjadi, hasilnya dia nikmati dengan gemilang. Ini dapat kita baca dalam buku “Ayub.” Jika hal ini telah kita lihat melalui kehidupan para abdi Allah di Alkitab, tentu ada baiknya juga mengambil salah satu pengalaman tokoh masa kini sehubungan dengan topik renungan kita yakni seorang bernama Chritopher L. Jr.

Nama ini tentu cukup asing bagi kita dibanding nama-nama besar seperti Bill Gates atau Steve Jobs. Namun kisahnya cukup menarik untuk disimak dan mudah-mudahan bisa mengubah cara pandang kita mengenai pelayanan dalam setiap usaha apapun yang kita geluti.

Suatu ketika Mr.Benz, membutuhkan tukang ledeng untuk memperbaiki kran bocor di rumahnya. Pemilik perusahaan otomotif legendaris Mercedes Benz ini mencoba menghubungi rekannya, kalau-kalau punya langganan jasa tukang ledeng. Kebetulan temannya ini pernah menggunakan jasa Chris dan merekomendasikan kepada Mr. Benz.  Tanpa menunggu Mr. Benz langsung menelepon Chris, tentu saja mereka tidak saling mengenal ketika itu.

Benz menjelaskan masalahnya dan meminta Chris untuk membantu memperbaiki saluran ledengnya secepatnya. Kebetulan saat itu Chris sedang penuh pekerjaan yang harus diselesaikan dan meminta Benz bersabar menunggu sekitar 2 hari lagi. Besoknya, Christopher menelepon Benz dan mengucapkan terima kasih karena telah bersedia menunggu selama 2 hari. Cara ini sudah menjadi kebiasaan Chris kepada setiap pelanggan. Tuan Benz pun, pemilik perusahaan otomotif terbesar di Jerman ini sangat kagum dengan cara Chris, sedangkan Chris sendiri tidak tahu bahwa orang yang sedang meminta dia adalah “Bos Besar” Mercy.

Sesuai perjanjian Chris pun datang Keesokan harinya. Pendek cerita masalah ledeng selesai, namun kisahnya tidak hanya disitu. Setelah membereskan pekerjaannya, Chris pun pamit dan meminta kepada Benz untuk menghubunginya sekiranya ada lagi masalah ledeng. Sampai saat itu si tukang ledeng ini masih belum tahu siapa tuan Benz. Kemudian berselang dua minggu, di luar dugaan Mr. Benz, Chris meneleponnya dan menanyakan apakah ledengnya sudah benar-benar baik dan tidak bermasalah lagi. Benz pun terkejut dan kagum. Bagaimana mungkin seorang pekerja sekelas tukang ledeng bisa begitu memperhatikan konsumennya, bahkan kepada konsumen yang tidak ia ketahui status dan nama besarnya. Muncul di benak tuan Benz, orang seperti ini yang ia cari untuk perusahaannya, pelayanan total dan tanggung jawab yang besar. Berkat Pelayanan dan tanggung jawabnya, Chris dipekerjakan oleh Benz di perusahaannya. Dia bukan menjadi tukang ledeng, malahan tidak tanggung-tanggung Chris diangkat sebagai “General Manager Public Relation and Satisfaction Consumer” di Mercedes Benz. Kisah yang luar biasa dari seorang pekerja sederhana, namun menjunjung tinggi nilai tanggung jawab besar.

Bagaimana dengan Anda? Bersama Tuhan, yang terbaik pasti datang.  “The best is yet to come.”

error: Content is protected !!