Pergunakan Waktu Yang Ada

Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.  Kolose 4:5 …dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Efesus 5:16

Penyejuk Jiwa – Ada peribahasa kuno meskipun masih kontemporer sepanjang masa menyebut, “Waktu itu adalah uang.” Jika hanya sepintas direnungkan kata-kata bijak ini, seolah-olah mengandung konotasi bahwa semua pengguna waktu adalah oknum marerialistis. Kalaupun ada yang berpikir demikian bisa saja ada benarnya, namun yang ditekankan sesungguhnya ialah, “Begitu berharga dan mahalnya waktu.” Siapun dia, baik sebagai murid atau pelajar, mahasiswa, pekerja di berbagai jenis usaha, para professional, kalau tidak menghargai waktu pasti akan menuai kegagalan. Itulah sebabnya ribuan ayat dalam firman yang mengingatkan penganutnya agar menggunakan waktu dengan seefisien dan seefektif mungkin. Salah satu krakteristik  orang yang penuh hikmat menurut Alkitab, adalah bagaimana ia menggunakan waktu.

Secara proforsional kitab suci mengatur demikian, “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam.” Pengkhotbah 3:1,2.

Jika ayat-ayat selanjutnya kita baca merupakan untaian schedule atau jadwal untuk semua pekerjaan dan aktivitas manusia selama dia hidup. Dan Tuhan memberikan jaminan melalui firman-Nya bahwa untuk semua itu cukup waktu asalkan dilakukan dengan proforsional. Bukankah itu yang terjadi di semua jenjang kegiatan dalam hidup ini. Para pelajar dan mahasiswa ada jadwal pelajaran dan mata kuliah, mereka yang bekerja ada yang disebut dengan “Job Description” para professional di bidang apapun ada aturan kegiatan berdasarkan waktu. Hanya mereka yang berpedoman kepada tatanan waktu saat menekuni bidangnya masing-masing, yang menuai hasil yang gemilang. Dan jika tidak mereka akan terlindas oleh hari-hari yang jahat. Itulah yang dimaksud dengan ayat renungan kita, “dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”

Perhatikan bagaimana firman Tuhan di sisi lain menerangkan budaya bangsanya dalam menyikapi penggunaan waktu secara umum.

Bahkan burung ranggung di udara mengetahui musimnya, burung tekukur, burung layang-layang dan burung bangau berpegang pada waktu kembalinya, tetapi umat-Ku tidak mengetahui hukum TUHAN. Yeremia 8:7

Tidak pernah didapati jenis burung apapun itu, diluar dari nama-nama burung yang disebut dalam ayat ini yang lupa kembali ke sarangnya. Mereka tahu perjalanan waktu. Bahkan ada sejenis burung yang hidup di daerah kutub, setiap memulai musim dingin atau salju mereka sudah berimigrasi ketempat yang panas dengan jarak terbang yang cukup jauh, sebab jika tidak maka burung-burung tersebut akan mati kedinginan. Tidak pernah ditemukan seekorpun burung bahkan yang terkecil tubuhnya mati di perjalanan karena lupa waktu kembalinya. Akan tetapi firman-Nya mengatakan “umat-Ku tidak mengetahui hukum TUHAN.” Jangan pernah kita lupa bahwa hukum-hukum yang terjadi di alam ini adalah hukum Tuhan karena Dia yang mengatur. Salah satu di antaranya yang terpenting ialah hukum perjalanan waktu. Namun kini saatnya, dimana manusia sebagai makhluk ciptaan yang tertinggi martabatnya sering ditemukan mati di luar sana karena tidak tahu waktu pulang ke rumah terlena dengan pesta narkoba. Para mahasiswa gagal menggali ilmu karena kebanyakan waktu digunakan untuk mengatur dan berdemo ria, padahal semua itu hanya buang-buang waktu ketimbang membaca buku-buku yang memperkaya pengetahuan. Masih banyak contoh yang lain sehubungan dengan berharganya waktu dan kita akan lihat selanjutnya pada renungan berikut.

error: Content is protected !!