Pelita Di Kaki Terang Di Jalan

Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Mazmur 119:105.
Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. Amsal 30:5.

Sengaja kita tempilkan dua ayat mengawali renungan harian kali ini, dan kedua-duanya merupakan ayat yang sangat familiar dikalangan para pembaca Alkitab. Sering menemukan orang-orang baik dewasa maupun para remaja bahkan anak-anak dapat menghafalkan Mazmur 119:105, meskipun secara spontan ditanyakan. Memang ayat tersebut hanya terdiri dari sepuluh kata, namun mengartikan apalagi mengamalkanya tidak semudah mengucapkan. Pelita atau alat penerang lain, sangat diperlukan disaat menerobos kegelapan. Namun setiap orang yang akan menggunakan pasti tahu bagaimana cara menghidupkan alat tersebut agar dapat difungsikan pada saat melintasi jalan yang gelap. Dan setiap mengadakan perjalanan melewati kegelapan, alat penerang jenis apapun itu harus dibawa dalam keadaan menyala baru ada faedahnya. Apakah sama halnya dengan firman Tuhan (Alkitab) yang disebut pemazmur sebagai pelita di kaki dan terang bagi jalan? Cukupkah hanya dibawa-bawa bukunya secara fisik kemana saja kita pergi?

Ketika saya masih remaja sering melihat ibu-ibu yang baru melahirkan selalu meletakkan Alkitab dekat bantal saat mau tidur malam. Dengan sedikit penasaran saya bertanya kepada orang tua, kira-kira apa tujuan membuat Alkitab seperti itu, maka jawabnya, agar ibu dan bayinya jangan diganggu mimpi-mimpi buruk. Mungkin masih ada lagi cara-cara umat kristiani memperlakukan Alkitab dalam bentuk yang berbeda namun dalam motif sama. Dengan kata lain menganggap bahwa Alkitab dalam bentuk fisiknya seolah-olah ada kuasanya. Jika hal seperti ini dilakukan tanpa mengerti isi firman Tuhan, sama sekali bukan itu pengertian dari, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”

Mari kita lihat kejelasanya melalui ilustrasi yang diangkat dari sebuah kisah nyata. Satu kali berkumpullah beberapa pakar theologi di suatu seminar. Mereka mau menyatukan pendapat tentang beberapa versi Alkitab. Seperti kita tahu bersama, Alkitab dalam bahasa Inggris terdiri dari puluhan versi walaupun tidak membedakan arti, misalnya King James Version (KJV), Revised Standard Version (RSV), New King James Version (NKJV), New International Version (NIV), dan masih banyak yang lain. Terjadilah debat kusir di kalangan para theologian tersebut masing-masing mempertahankan pendapatnya, untuk versi alkitab tertentu yang mereka pilih lebih baik. Kebetulan di ruangan itu ada seorang remaja putra yang dari sejak awal tertarik mengikuti perbincangan mereka, dan di celah-celah keseriusan berargumentasi tiba-tiba dia tunjuk tangan. Melihat itu para professor-professor Alkitab  terdiam sejenak, karena menurut mereka ada apa ini seoarang anak yang masih hijau soal firman Tuhan lalu tunjuk tangan. Apakah dia punya pendapat yang jitu pikir mereka sambil memandang satu sama lain. Akhirnya disepakati untuk memberi kesempatan kepada pemuda tersebut berbicara dan dengan lantang dia berkata, “versi Alkitab yang paling baik adalah MMV!” Semua mereka membisu kemudian saling berbisik karena setahu mereka tidak ada versi alkitab MMV. Namun salah seorang dari antara mereka balik bertanya kepada sipemuda, “apa itu MMV?” Dengan suara bersahaja pemuda itu menjawab, “MMV adalah singkatan dari My Mother Version-Versi Alkitab Ibu saya!” Apa maksudmu dengan versi itu?, tanya seorang pakar lagi. Dengan berdiri, pemuda itu menjelaskan, “mengapa saya berani katakan bahwa versi Alkitab yang terbaik adalah milik ibu saya, karena dia menghidupkan Alkitabnya. Kami semua sungguh berbahagia di tengah-tengah keluarga karenanya!” Mendengar pernyataan itulah semua professor menjadi terperangah karena menyadari bahwa apa yang dinyatakan remaja putra tersebut merupakan kunci kebenaran firman Tuhan. Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Yakobus 1:22.

Terdapat 5 (lima) langkah sistematis agar Alkitab yang kita miliki tidak hanya menjadi pajangan saja, yakni,

  1. Cintai Alkitabmu
  2. Baca Alkitabmu
  3. Selidiki Alkitabmu
  4. Hidupkan Alkitabmu
  5. Bagikan Alkitabmu

Inilah arti sesungguhnya, dimana Firman Tuhan menjadi pelita di kaki dan terang bagi jalan!

error: Content is protected !!