Pelaku Firman Bukan Hanya Pendengar

Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya. Yakobus 1:22-24.

Renungan Harian – Di dunia yang kini di warnai oleh penggunaan sarana komunikasi teknologi canggih ini, sebenarnya sedang terbuka peluang menuju keserasian hubungan sosial di kalangan masyarakat. Apalagi semakin modern nya alat-alat komunikasi elektronik seperti HP dengan segala jenisnya yang dilengkapi dengan fungsi android. Jangankan antar kota atau antar pulau, antar benua sekalipun sudah dapat menyampaikan berita-berita lengkap hanya dalam hitungan detik. Kita merasa gembira karena banyak para relawan rohani, memanfaatkan peluang ini untuk menyampaikan petuah-petuah, nasihat, falsafah-falsafah kehidupan, kata-kata mutiara, melalui hubungan persahabatan dunia maya. Untungnya, hampir semua petuah yang disampaikan selalu berlandaskan FirmanTuhan baik secara tersurat amupun tersirat. Ngak usah jauh-jauh, renungan harian penyejuk jiwa inipun dapat anda kunjungi setiap hari hanya dengan memanfaatkan media sosial yang tersedia di android kita.

Saya sendiripun secara pribadi merasa bersyukur dengan realita ini, karena tidak pernah lewat satu hari tanpa mengunjungi kampung milis atau jenis dunia maya lain seperti fb, wa, bb dan masih ada juga  dalam bentuk sms. Tidak jarang dalam waktu yang bersamaan masuk materi yang sama karena datang dari group yang berbeda. Ada yang bernada canda, ada bentuk peringatan, informasi tentang suatu hal yang patut diwaspadai, dan kebanyakan berupa nasihat yang menguatkan. Saya yakin andapun akan mengalami hal yang sama. Dengan adanya fasilitas yang mutahir ini dan kelihatanya dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, maka timbul pertanyaan yang menggelitik di dalam hati. Mengapa keadaan sosial antar manusia kelihatannya tidak menunjukkan hal yang semakin kondusif. Pada hal, jika dicermati kontens dari nasihat di dunia maya tadi, cukup menjanjikan ketenteraman jika dihidupkan. Terus terang saya bersaksi bahwa apa yang saya peroleh melalui sarana tersebut, banyak mengingatkan saya akan norma-norma kehidupan. Namun sekali lagi saya katakan, semua itu kurang menunjukkan manfaat, malahan ahlak manusia tetap menunjukkan kemerosotan dari waktu ke waktu.

Lalu apa yang menjadi kesan kita oleh mengakui adanya realita ini. Jawabnya ada pada ayat renungan di atas. Kebanyakan para komunikator, maupun komunikan dalam arti pemberi dan penerima informasi hanya mengatakan atau mendengar namun tidak menghidupkan. Firman Tuhan lebih jauh memberikan jaminan sehubungan dengan hal ini.

Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.” Lukas 11:28.

Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan. Roma 2:13.

Dengan kedua ayat ini jelas sekali konsepnya bagi kita semua bahwa, “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.”  Kemudian dengan itu jugalah para pelakunya dibenarkan. Sekalipun dalam ayat itu secara spesifik menyebut firman Allah, akan tetapi ini berlaku untuk semua hal yang berbobot informasi, peringatan, nasihat dan lain sejenisnya. Semuanya akan terbuang percuma jika hanya od alias omong doang. Ada yang memplesetkan ini dengan nato, “nothing actions talk only.” Saya mengenal betul seseorang yang selalu mengirimkan kata-kata mutiara yang cukup applicable di satu group dimana saya ikut tergabung di dalamnya. Begitu sering dia mengirimkan dan selalu menyentuh hati. Akan tetapi saya pun tahu persis bahwa kawan itu hanya rajin mengirim namun hampir tidak melakukan. Saya berani katakan karena kenal orangnya. Ada satu jaminan yang tidak diragukan, sekiranya filosofi-filosofi kehidupan yang kini sedang memenuhi dunia maya setiap hari, dilakukan oleh penghuninya, niscaya dunia ini akan menjadi tempat yang nyaman. Akan tetapi, jika itu belum memungkinkan secara universal, mari kita berupaya menikmati hidup bahagia, karena mendengar Firman Allah dan memeliharanya.

error: Content is protected !!