Optimalkan Semangat Kerja

Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga. Pengkhotbah 9:10.

Penyejuk Jiwa – Sebelum membicarakan langkah berikut, tentang cara kerja mencapai sukses yang membawa bahagia, sedikit lagi menyinggung Pak Abdul Sukur demi menghindari salah persepsi kita terhadap orang tua yang bebudi luhur tersebut. “Kami sudah ke sana. Kami kasih imbalan jasa dan menawari ikut kerja di Dinas Pekerjaan Umum, tapi tidak mau,”  demikian secara langsung penuturan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya, Erna Purnawati,  kepada ANTARA News.

Menanggapi keadaan seperti ini bisa saja ada orang yang mengatakan bahwa Pak Abdul Sukur kurang waras atau bodoh. Menurut pengakuan bapak tua ini sendiri sering mendapat olokan seperti itu termasuk dari teman seprofesi penarik beca. Tentu beralasan juga asumsi seperti itu apalagi jika melihatnya dari sisi logika semata-mata. Namun lebih banyak titik pandang yang dapat mencegah pihak-pihak agar menghindari praduga demikian. Itu sebabnya pak Sukur selalu menghadapi tantangan dengan mengumbar senyum lalu mengatakan bahwa apa yang dia buat hanya demi kemanusiaan. Menurut penuturan beberapa orang apalagi sering dilihat oleh pak Sukur khususnya di musim hujan, selalu ada saja pengendara motor yang mengalami kecelakaan karena tidak melihat lobang-lobang besar di jalan yang tergenang air. Inilah yang mendorong beliau merasa terpanggil melakukan pekerjaan mulia tersebut.

Kemudian bila kita lihat dari sisi firman Tuhan mengatakan tentang kegembiraan, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” Amsal 17:22

Dengan demikian yang menjadi kunci kegembiraan adalah hati. Bukan karena faktor-faktor dari luar diri kita misalnya pekerjaan, jabatan, harta, uang, status sosial dan lain-lain. Saya kira bukan lagi menjadi berita aneh sekarang ini adanya dari kalangan orang kaya, punya jabatan, bahkan artis, mati bunuh diri. Jika mereka bergembira dengan status yang ada, tidak akan mungkin bunuh diri. Dengan ini jelaslah bagi anda dan saya makna bergembira dalam hidup sehari-hari apalagi dalam menekuni pekerjaan atau profesi.

Kedua. Optimalkan Semangat Kerja.

Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga. Pengkhotbah 9:10.

Perpaduan dari ayat ini sehubungan dengan poin kedua ialah, “dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Efesus 5:16.

Sekalipun masih puluhan ayat yang relevan di seluruh lembaran Alkitab, namun amat perlu rasanya memadukan keduanya mengingat kebutuhan yang sangat mendesak di dunia pekerjaan masa sekarang khususnya di republik ini. Kalau saja kedua faktor ini disikapi dengan baik oleh setiap orang tidak peduli profesi apa yang sedang digeluti maka masyarakat Indonesia akan berada di level kemakmuran hidup. Bayangkan wilayah tanah air dengan kekayaan berbagai bidang jika dikelola dengan sekuat tenaga tanpa pamrih dalam arti menggunakan waktu yang ada, tidak akan ditemukan peminta-minta atau komunitas yang mengharapkan kehidupan melalui keringat orang lain.

Perhatikan bagaimana kitab Efesus memberikan peringatan mengapa kita harus menggunakan waktu yang ada, tidak lain kerena hari-hari ini jahat. Orang lebih suka menggunakan waktunya berjam-jam untuk menonton, padahal suguhan-suguhan yang dinikmati melalui berbagai media semata-mata hanya berbau kejahatan seperti perang, pembunuhan, perkelahian, pornografi dan sejenisnya. Hal-hal seperti itu sangat menarik perhatian banyak orang, tanpa menyadari ternyata kemudian terekspresi dalam kehidupan. Inilah yang dimaksudkan firman Tuhan sebagai hari-hari yang jahat. Oleh sebab itu gunakan waktu yang ada. Peribahasa mengatakan, “kuda yang sedang berlari tidak mungkin menendang.” Artinya, orang yang tekun melakukan pekerjaanya, tidak akan ada waktunya untuk hal-hal yang tidak berguna.

error: Content is protected !!