Obat Abadi Hati Yang Damai

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Yohanes 14:27.

Renungan Harian – Pada tahun 1984 penerbit Simon and Schuster di NewYork, menerbitkan buku, “The Good News is The Bad News Is Wrong” karangan Ben J. Wattenberg. Buku ini sangat menyentuh dan menghibur ketika itu, karena menyatakan kepada jutaan orang bahwa rasa pesimis mereka mengenai keadaan ekonomi, politik dan moral Amerika adalah salah. Menurut buku ini “kabar baik” mengenai Amerika jauh lebih baik dari yang mereka sangka, bahkan kabar-kabar buruk itu tidak benar. Dengan demikian buku tersebut seolah-olah memberikan definisi bahwa “kabar baik ialah kabar buruk itu tidak benar.” Misalnya seseorang menyampaikan kabar dimana mobil saya dicuri orang. Tentu ini adalah kabar buruk. Jika menurut buku tersebut kabar baiknya adalah mobil saya tidak benar dicuri orang. Nyatanya mobil saya telah raup dilarikan pencuri. Apakah dengan demikian kabar sebelumnya yang menyebutkan mobil saya hilang merupakan kabar buruk yang tidak benar. Tentu tidak bukan! Itulah sebabnya buku, “The Good News is The Bad News Is Wrong” akhirnya diabaikan orang karena keadaan ekonomi, politik, apalagi moral Amerika mengalami kemerosotan yang drastis sejak diterbitkannya buku itu sampai sekarang. Tidak pernah diduga perusahaan “Lehman Brothers” sebuah bank devisa yang telah mapan selama kurang lebih 150 tahun ternyata gulung tikar. Demikian juga segi moral dengan dilegalkanya pernikahan sejenis melalui departemen kehakiman Amerika, lalu menyebarlah praktek LGBT menjadi ancaman ke seluruh penjuru dunia. Jadi kabar baik bukanlah merupakan kabar buruk yang tidak benar.

Kalupun ada orang yang menerima pernyataan tersebut sebagai definisi, itu hanya berdasarkan pandangan dunia semata-mata. Kabar baik yang sesungguhnya adalah Alkitab-Firman Tuhan. Ada salah satu versi kitab suci dengan sebutan “Good News Bible – Alkitab Kabar Baik.” Maka Yesus berfirman seperti dikutip di atas,  “dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” Mendoakan masalah-masalah yang kita hadapi akan memberikan keberanian untuk menerima apa saja hasilnya. Tidak seorangpun hidup tanpa masalah. Yesus tidak pernah berjanji bahwa mengikut Dia akan terbebas dari masalah. Namun kabar baiknya ialah sebesar apapun persoalan yang kita hadapi Yesus membantu kita mengatasinya. Apa yang kita miliki merupakan jaminan betapapun sengitnya jerat-jerat setan di sepanjang jalan kehidupan, namun Tuhan akan mengubahnya menjadi sesuatu yang berguna. Asalkan selalu kita ingat dan sadari seperti sebuah syair lagu rohani, bahwa Yesus hanya sejauh doa. Itulah obat abadi hati yang damai.

Pernah seorang penulis menggambarkan damai itu seperti berikut, seekor burung camar bersarang pada sebuah lobang kecil di tebing yang curam di tepi pantai. Saat dia beristirahat dengan nyaman di sarang yang dilindungi bebatuan, si camar memandang samudra luas sambil menyaksikan gelombang bergulung-gulung kadang kala terjadi badai menghempas. Bagi burung itu, tiupan angin serta gelombang bahkan badai menjadi pemandangan yang indah karena dia ada disarang yang berbatu. Inilah gambaran damai yang sesungguhnya. Adalah tidak mungkin kehidupan tanpa gelombang, atau kadang kala badai menerpa. Akan tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita merasa nyaman sekalipun di tengah badai karena menyadari Tuhan ada bersama kita. Dialah Batu Karang yang teguh tempat perlindungan yang tiada tara dimana setiap orang yang datang akan aman di lengan-Nya.

Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu; Mazmur 34:17-19.

error: Content is protected !!