Nikmat Membawa Sengsara

Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya. Amsal 20:1.

Pada ayat renungan harian kemarin masih menyinggung soal anggur, sedangkan pada renungan hari ini sudah  menjelaskan bahwa anggur yang dimaksud adalah minuman keras (miras). Ini perlu jelas bagi pembaca agar tidak lagi salah mengerti dengan kata “anggur” karena ada anggur yang murni diperas dari buahnya, tanpa di permentasi yang sangat baik untuk kesehatan. Hal ini sebenarnya sangat nyata apabila membaca Alkitab dalam bahasa originalnya yaitu bahasa Ibrani untuk perjanjian lama dan bahasa Yunani (Gerika) untuk perjanjian baru. Bagi mereka yang pernah mempelajari pastilah mengetahui, bahwa kedua bahasa ini tergolong kaya, dengan adanya kata-kata tertentu untuk semua hal. Misalnya, kita lihat saja dalam bahasa Indonesia dengan kata “anggur.”  Ini bisa buah anggur murni dan bisa juga minuman keras. Dalam bahsa Inggris sajapun mudah membedakan hal seperti ini. Jika itu buah anggur disebut “grapes” akan tetapi setelah menjadi minuman keras disebut “wine” artinya sama-sama anggur namun para pembaca sudah dapat membedakanya. Untuk menghindari kesalahpengertian seperti inilah sehingga seorang pakar theologi sekaligus ahli bahasa Ibrani dan Gerika bernama DR. Samuele Bacchiocchi terpanggil untuk menulis sebuah buku dengan judul, “Wine in The Bible.” Hingga kini bukunya masih tersedia.

Tentu tidak ada salahnya menguraikan hal di atas ini sekilas sebagai pendahuluan, sebelum kita melihat lebih jauh tentang minuman keras yang nikmat namun membawa sengsara.

Jauh sebelum beraneka jenis minuman keras yang membahayakan itu diproduksi, Alkitab telah menuliskan banyak nasehat menuntun umat-umat-Nya agar hidup dengan kesehatan yang sempurna. Ingat perkataan Henry Ford yang kita singgung kemarin: “Sayalah yang menciptakan mobil ini, sehingga saya tahu kebutuhanya, dan demikian juga permasalahanya.” Itulah sebabnya pada saat anda membeli mobil Ford, termasuk mobil merek lain harus dilengkapi dengan buku pedoman (manual). Disitulah diuraikan dengan jelas bagaimana menggunakan dan merawat mobil tersebut, dan jika diikuti dengan cermat maka hasilnya akan dirasakan oleh pemakai. Sayapun telah menikmati itu.

Demikianlah sebenarnya dengan tubuh kita ini. Berulang-ulang Firman Tuhan menyatakan hampir di semua kitab di dalamnya, seperti ditulis di Mazmur 146:6 Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya. Kita harus percaya ini. Albert Einstein sendiripun, seorang akhli Fisika terkenal disaat mengadakan experimen-experimen di laboratorinya akhirnya mengakui ini. Dari situlah dia menyatakan, “Science without religion is lame, religion without science is blind, Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang, agama tanpa ilmu pengetahuan adalah buta.”

Bila kita percaya kepada Tuhan sebagai pencipta langit dan segala isinya, maka kitapun pasti percaya bahwa Dialah yang mengetahui segala seluk beluk ciptaan-Nya. Sebagai wujudnya kita pun yakin kepada Firman-Nya sebagai buku pedoman yang cukup lengkap menjamin keselarasan hidup, jika mengikutinya. Berdasarkan ayat Alkitab yang kita petik hari ini sebagai renungan, telah menyatakan bahwa, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya. Ini juga telah mengartikan bahwa Tuhan yang menciptakan segala unsur di bumi tentu tahu mana yang merusak dan mana yang bermanfaat bagi makhluk ciptaanya. Tuhan tahu apa formula yang dikemas menjadikan minuman keras, apalagi mengetahui bahayanya sehingga kita diingatkan. Berhubung topik ini menyangkut harkat kehidupan orang banyak masa kini, maka perlu rasanya kita gunakan waktu lebih lanjut untuk megungkapkan lebih jauh, agar kita memahami kepedulian Tuhan melalui setiap Firman yang Diucapkan dalam seluruh kitab suci.

error: Content is protected !!