Menyelami (Memahami) Pekerjaan Allah

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Pengkhotbah 3:11

Penyejuk Jiwa – Para pakar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), telah meneliti proses penentuan waktu di bumi melalui tiga revolusi alam sebagai berikut,

  1. Perputaran bumi pada porosnya (rotasi) dalam kaitanya dengan mata hari, itulah perhitungan satu hari atau 24 jam.
  2. Revolusi bulan yaitu berputar pada porosnya bergerak mengelilingi bumi, memakan waktu satu bulan, dan itulah perhitungan bulan.
  3. Gerakan bumi mengelilingi matahari terjadi selama satu tahun dan itulah batas perhitungan tahun.

Proses alami tersebut berjalan teratur sejak dunia ini diciptakan Allah dengan seluruh benda-benda langit yang menentukannya.  Sekalipun para ilmuan ada yang bersilang pendapat tentang asal mula kejadian alami ini, sebagian berpendapat itu terjadi sendiri dengan berbagai teori meraka, tetapi secara umum mengaku bahwa itu diatur oleh Khalik Pencipta. Di antaranya salah seorang yang amat spektakular di bidang Ilmu Pengetahuan Alam Albert Einstein pada mulanya tidak percaya Tuhan. Akan tetapi ketika dia tiba pada sebuah experiment untuk mengetahui reaksi alami yang lebih rumit, dia menemui jalan buntu. Ternyata masih banyak perkara di alam ini yang tidak mungkin dapat diuraikan secara akal manusia. Saat itulah Einstein mengeluarkan pernyataan, “Science without religion is lame, religion without science is blind. Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang, agama tanpa ilmu pengetahuan adalah buta.”

Adapun tujuan renungan ini mengutip pengalaman orang yang brilyian tersebut, hanya sekedar menggiring pemikiran anda dan saya untuk menyadari sesungguhnya hanya Tuhanlah yang mengatur perjalanan waktu. Akan tetapi perhatikan bagaimana raja Salomo menulis, “Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” Pengkhotbah 3:11 Berarti dengan demikian hanya Dia yang sanggup menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya. Tujuan utama Allah dalam hal ini tidak lain agar manusia yang diciptakan mempunyai tolak ukur untuk segala sesuatu yang diperlukan berdasarkan perhitungan waktu. Mari kita perhatikan bagaimana Musa ketika mengemban tugas berat saat memimpin bangsa pilihan Tuhan keluar dari tanah perhambaan menuju Tanah Kanaan. Doanya selalu ialah, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” Mazmur 90:12

Bagaimana Musa memohon pengajaran dari Tuhan menghitung hari-hari kalau tidak ada ukurannya?

Sudah barang tentu Musa sebagai penulis Alkitab yang menyangkut pekerjaan penciptaan Tuhan akan dunia ini dan segala isinya, menyadari bahwa Tuhan telah mengatur perjalanan waktu dengan baik sebagaimana kita sebutkan di atas. Mari menyelami pekerjaan-Nya sementara mengisi waktu-waktu yang cukup dalam perjalanan hidup. Dan waktu yang telah berlalu tidak mungkin dapat diputar kembali, kecuali hanya menggoreskan penyesalan.

Adapun pekerjaan Allah yang perlu diselami untuk mengetahui bagaimana Ia melakukan-Nya amat sederhana. Merencanakan apa yang akan dikerjakan, dan mengerjakan apa yang telah direncanakan. Renungkan lah ini dalam bentuk kalimat perintah dari Allah, “Rencanakan pekerjaanmu, kerjakan rencanamu!” Selidiki di seluruh lembaran kitab suci mulai dari kitab Kejadian sampai Wahyu, termasuk Rencana Keselamatan (Plan of Salvation) untuk umat manusia yang telah jatuh ke dalam dosa, Allah lakukan semua dengan rencana dan waktu yang tepat. Inilah cara sederhana yang secara berangsur-angsur telah bergeser dari kerangka kerja manusia sehingga ayat renungan kita mengingatkan, “Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Pengkhotbah 3:11. Kiranya anda dan saya tidak termasuk di anatara “manusia” yang disebut pada ayat ini, karena kita selalu merencanakan apa yang akan kita kerjakan kemudian megerjakan apa yang telah kita rencanakan tepat waktu. Maka hasilnya akan kita nikmati indah pada waktunya. Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi. Pengkhotbah 9:10  Ada sebutan mengatakan, “Mereka yang tidak pernah bekerja keras melebihi bayarannya, tidak akan pernah mendapatkan bayaran melebihi dari yang mereka kerjakan.”

error: Content is protected !!