Mengingat Atau Melupakan

Mereka melupakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, yang telah diperlihatkan-Nya kepada mereka. Mazmur 78:11.

Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Yesaya 49:15.

Penyejuk Jiwa – Sama seperti renungan kemarin, sengaja kita petik dua ayat dengan penjelasan yang berbeda namun berbicara tentang sikap yang sama yakni mengingat atau melupakan. Melalui pemazmur dinyatakan kecenderungan manusia yang lebih mudah melupakan apa yang diperlihatkan dan diperbuat Tuhan secara ajaib, namun kitab nabi Yesaya memberi kepastian bahwa Allah tidak akan melupakan anda dan saya. Dianalogikan dengan kasih sayang seorang perempuan yang tidak melupakan bayi yang dilahirkannya. Akan tetapi sekiranyapun ada yang melupakan, “Aku tidak akan melupakan engkau,” kata Tuhan.

Memang di zaman para nabi hampir tidak pernah didapati seorang ibu melupakan anak yang dilahirkan. Jauh berbeda dengan zaman yang serba tidak menentu sekarang ini. Saya pernah bertetangga dengan satu keluarga muda yang telah dikaruniai dua orang anak masih kecil-kecil. Kami tetangga tidak pernah menduga bahwa ternyata ibu rumah tangga yang punya suami tersebut sudah mengikat hubungan gelap dengan seseorang, kita sebutlah pria hidung belang. Barulah saat kedengaran bahwa mereka telah minggat dalam arti lari kawin meniggalkan suami dan kedua anaknya, sungguh mengagetkan warga sekitar. Yang sangat mengharukan hati kita miris menyaksikan kedua anaknya menangis histeris setiap malam yang mungkin tidak pernah terbayang di benak ibunya yang mungkin telah mati rasa. Dan bukan hanya peristiwa seperti itu, kini tidak jarang janin yang masih bernyawa ditemukan di bak sampah atau terletak di pinggir jalan, sudah barang tentu itu ditinggalkan oleh ibu yang melahirkannya. Itulah sebabnya Firman Tuhan dengan hati-hati menyebut, “Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.”

Tentu inipun menjadi pelajaran yang amat berharga bagi ibu-ibu terlebih lingkaran-lingkaran keluarga sekarang maupun yang akan datang. Alkitab telah lebih dahulu mengamarkan bahwa akan datang saatnya dimana perempuan (ibu) akan ada yang melupakan anak yang dilahirkanya. Pastikan anda selalu berkommitmen seperti ini, “sekiranyapun itu terjadi dan memang sudah nyata di depan mata, biarlah itu tidak menimpa diri saya!” Jangan jadikan anak-anakmu sebagai pewaris status gelandangan masyarakat yang pada giliranya menjadi pelaku-pelaku tindak kejahatan. Tentu masih segar dalam ingatan kita semua, beberapa tahun lalu saat kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinanggor digegerkan oleh terjadinya kerusuhan-kerusuhan di kalangan mahsiswa. Bahkan kejadian itu sampai menelan korban jiwa. Setelah pihak rektorat mengadakan penelitian didapatilah para pelaku kericuhan, ternyata anak-anak mahasiswa yang berasal dari rumah tangga yang broken home alias berantakan. Hal ini diutarakan langsung oleh Bapak I Nyoman Sumaryadi yang menjabat sebagai rektor waktu itu.

Perlu diingat bahwa tindakan melupakan anak yang dilahirkan merupakan pertanda dimana para pelakunya melupakan perbuatan-perbuatan Tuhan yang ajaib. Siapa yang tidak mengakui bahwa dalam hidup ini banyak permasalahan. Para pakar “management conflict” pun selalu mengeluarkan pernyataan, “tiddak mungkin ditemukan jalan kehidupan tanpa masalah.” Akan tetapi jangan pernah lupa semboyan pegadaian yang selalu tertulis di setiap logo mereka, “Mengatasi masalah tanpa masalah.” Dan motto ini sangat mungkin dengan kuasa Tuhan. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. 1 Petrus 5:7. Inilah keputusan yang sangat elegan. Adalah sangat mudah dan peluangnya terbuka lebar-lebar, jika mengatasi masalah tetapi menimbulkan  masalah yang lebih besar sebagai akibatnya. Inilah yang disebut usaha membunuh seekor nyamuk dengan menggunakan meriam. Nyamuknya sudah pasti mati, tetapi menelan kerugian besar dengan rusaknya barang-barang sekitar menjadi porak poranda. Inilah kiat yang sering dibisikkan setan untuk dilakukan, sehingga semakin menggununglah persoalan demi persoalan dalam kehidupan ini. Namun Yesus selalu menyodorkan solusi yang melegakan, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Matius 11:28. Sambutlah panggilan-Nya.

error: Content is protected !!