Mengendalikan Pikiran

Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Filipi 4:7,8.

Renungan Harian – Ada sebutan popular sehubungan dengan fungsi-fungsi anatomi manusia mengatakan, “Otak adalah pusat seluruh tubuh.” Demikianlah Khalik Pencipta mengatur organ ini sempurna dalam Tubuh kita untuk mengatur semua mekanisme, sekaligus membedakan manusia dari makhluk hidup lain seperti binatang misalnya. Para akhli biologi maupun ilmu kedokteran menguraikan  lebih jauh.

Otak adalah suatu organ terpenting pada tubuh manusia yang merupakan pusat dari system saraf. Volume otak berkisar 1.350 cc dan mempunyai 100 juta sel saraf atau neuron untuk menunjang fungsinya. Otak terletak di dalam kepala, dan mempunyai beberapa fungsi, yaitu :

  • Sebagai pusat regulasi dari sebagian tindakan yang dialami.
  • Sebagai pusat pengatur organ-organ tubuh, misalnya mengatur kerja jantung, paru-paru, hati, dan lain-lain.

Berdasarkan fungsi otak inilah muncul istilah lain sesuai mekanisme tubuh yang disebut dengan “pikiran.” Manusia tidak dapat berpikir tanpa otak. Dengan kata lain jika itu membutuhkan pemikiran berarti yang digunakan adalah otak. Tuhan lah yang menjadikanya sempurna dalam tubuh ini. Tidak seorang pun yang dapat memahami seluk beluk otak manusia sekalipun dia mempelajarinya dari universitas ternama di dunia. Yang pasti diketahui ialah bahwa otak sebagai organ berpikir perlu dikendalikan, dan alat pengendali yang paling ampuh adalah damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal.

Pikiran adalah milik kita yang paling baik, namun harus dilatih melalui meditasi, oleh belajar di sekolah Kristus pendidik terbaik dan paling benar yang pernah dikenal oleh dunia ini.  Keamanan satu-satunya bagi setiap jiwa ialah berpikir yang benar. Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia. Amsal 23:7.  Kemampuan mengekang diri sendiri diperkuat oleh latihan yang pada mulanya kelihatan sulit namun dengan mengulang-ulangi akan menjadi lebih mudah, sampai akhirnya pemikiran dan tindakan yang benar menjadi kebiasaan.

Eleony Roosevelt mantan first lady Amerika Serikat ketika suaminya Franklin D. Rosevelt menjadi presiden (1884-1962)  memberikan tiga kategori manusia berdasarkan apa yang mereka pikirkan dan bicarakan. Mereka yang berpikiran sempit selalu membicarakan orang lain. Sedangkan orang-orang yang berpikiran sedang, membicarakan peristiwa. Akan tetapi mereka yang berpikiran hebat selalu membicarakan ide-ide. Mari kita Tanya diri kita di kategori mana berada, namun apapun itu semua tetap dapat ditingkatkan asalkan,  semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Filipi 4:7,8

Kita membutuhkan kasih karunia Allah yang mengubahkan untuk menguasai  kemampuan berpikir kita. Itu akan membuat pengalaman kita sesuai dengan apa yang kita cari dan rindukan dalam hidup ini. Kelilingilah jiwa dengan sesuatu yang suci dan murni, niscaya hasilnya akan membahagiakan.

error: Content is protected !!