Mencari Suasana Tenang

Pikirku: “Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang dan mencari tempat yang tenang, bahkan aku akan lari jauh-jauh dan bermalam di padang gurun. Sela.  Aku akan segera mencari tempat perlindungan terhadap angin ribut dan badai.”  Mazmur 55:7-9

Jika kita observasi ayat renungan harian ini sangat jelas merupakan jeritan hati dari seseorang akibat terpaan angin ribut dan badai melanda kehidupanya. Dia ingin keluar cepat-cepat meninggalkan kenyataan itu, terlihat dari keinginanya memiliki sayap seperrti merpati.Teringat akan lyric satu lagu pop Indonesia yang pernah dilantunkan oleh seorang artis kondang di tahun 1980an, bersyair seperti ini,

Seandainya aku punya sayap, terbang-terbanglah aku. Kucari dunia yang lain, untuk apa ku di sini!

Bagi mereka yang berdomisili di Indonesia di era itu pasti mengingat/mengenang  lagu ini apabila merenungkan Firman Tuhan di atas. Kita tidak sempat mendapatkan informasi, apakah penggubah termasuk penyanyi dimotivasi oleh Alkitab  pada saat menggulirkan lagu tersebut. Cukup menyentuh memang. Namun yang perlu kita petik untuk menjadi bahan renungan hidup di sini adalah sebuah kenyataan bahwa hidup di dunia ini sungguh  menggelisahkan. Hal ini juga mengingatkan umat manusia di semua belahan bumi ini, bilamana hal-hal yang meresahkan itu semakin memuncak itu pertanda akhir zaman. Itupun kita ketahui dari Firman Tuhan sebagai sumber informasi yang tidak pernah salah.

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.  Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,  tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,  suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!    2 Timotius 3:1-5

Faktor penyebab ketidaknyamanan kehidupan di Jagat Raya ini adalah sifat-sifat manusia yang disebutkan secara rinci pada ayat tersebut dimana secara kasad mata  kita dapat menyaksikan kenyataanya sedang digenapi di semua aspek. Itu sebabnya Alkitab menegaskan, “ Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya.” Lalu kemudian diakhiri dengan satu himbauan “jauhilah mereka itu!”

Inilah arti sesungguhnya dari pemazmur dengan merindukan sayap burung merpati, agar mampu  lari jauh-jauh meninggalkan sifat-sifat itu. Mari kita sadari dan sekaligus mengalami pada saat kehidupan manusiawi yang duniawi tersebut berhasil dijauhi, di situlah tempat yang nyaman dengan suasana tenang. Yang mau ditekankan kepada umat manusia adalah suasana, bukan lokasi. Kemanapun kita pergi di Seantero Dunia ini, tidak akan pernah lagi menemukan satu kawasan yang aman dan damai. Itu hanya bersemi di hati setiap orang yang menjauhi sifat kesomboongan, pemfitnah, berontak  dan lain sebagainya seperti disebut di 2 Timotius 3:1-4.

Jaminannya pasti dimana badai akan berlalu atau menikmati hidup damai sekalipun di tengah badai, karena Tuhan yang menyatakan melalui firman-Nya. With Christ in my vessel I can smile at the storm!

Bersama Kristus di dalam perahu, ku dapat senyum di tengah badai!

error: Content is protected !!