Menabur Dengan Air Mata Menuai Sorak Sorai

Oang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya. Mazmur 126;5,6.

Lanjutan dari “The Second Miles

Tidak dapat dipungkiri bahwa disisi lain, perjalanan di atas rel kehidupan kadangkala bisa saja berhadapan dengan  banyak rintangan. Tidak jarang jerat-jerat yang menghadang sungguh sukar untuk dilalui. Itulah sebabnya ada orang  yang menjadi kecewa sehingga mencari jalan pintas dengan cara dan kekuatan sendiri. Namun hasilnya seringkali menjadi lebih fatal. Inipun diingatkan juga dalam firman Tuhan, “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” Amsal 14:12. Keputusan seperti inilah yang tidak pernah ditempuh oleh Yusuf.

Sebenarnya cukup beralasan sekiranya budak belian yang masih muda itu berpikir sedemkian dan menelusuri jalan sendiri. Bayangkan saja pengalamanan hidup selalu berujung duka, disaat-saat setia mempertahankan kebenaran. Mari kita coba urut sejenak.

  • Tanpa mempedulikan perjalanan melintasi bebatuan dan padang rumput, Yusuf dengan setia selalu mengantarkan makanan kepada kakak-kakaknya yang sedang menggembala di ladang. Ini menjadi tugas rutinnya tiap hari sehingga tidak pernah menduga bahwa kakaknya akan berencana membunuhnya, walapun akhirnya dijual ke negeri asing. Inipun sangat menyakitkan.
  • Dengan keuletan dan kejujuran bekerja di keluarga Potifar bahkan dipercaya menjadi penguasa di rumah majikannya, juga berujung mala petaka karena dari situlah dia dikirim oleh kepala pengawal istana tersebut menjadi penghuni hotel prodeo alias penjara di Mesir. Cerita tragisnya ada di Kejadian 39:18-20, ketika Yusuf bersikukuh tidak akan mencemari dirinya untuk terlibat perselingkuhan melalui ajakan nafsu berahi isteri Potifar, menghindari itu ia lari ke luar rumah. Namun kemudian isteri Potifar yang tidak pernah disebutkan namanya dalam Alkitab, telah menyusun laporan provokasi kepada suaminya dengan memutar balikkan fakta. Menurut akal manusia pergumulan hidup seperti yang dialamai Yusuf ini telah lebih dari cukup membuat seseorang menderita depresi dan bisa saja dia mati di balik terali besi.

Bagaimana halnya dengan abdi Allah ini.  Firman Tuhan selanjutnya memberikan kisah yang pasti,  “Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.” Kejadian 39:20,21.

Di penjaralah Yusuf bertemu dengan mantan juru minum raja Firaun dalam status sesama narapidana. Di fasal selanjutnya kitab kejadian menceritakan, juru minum itulah yang memperkenalkan Yusuf kepada raja. Ini berawal dari keberhasilannya menerangkan mimpi termasuk mimpi Firaun, ketika tidak seorangpun yang mampu menafsirkan. Akhirnya raja Firaun sendiri yang mengeluarkan Yusuf dari penjara dan mengangkatnya menjadi penguasa no. 2 dalam usia 30 tahun, di seluruh kerajaan Mesir. Demikian Alkitab menyatakanya pelantikannya, “Berkatalah Firaun kepada Yusuf: “Akulah Firaun, tetapi dengan tidak setahumu, seorang pun tidak boleh bergerak di seluruh tanah Mesir.” Kejadian 41:44.

Itulah sebabnya manakala derita menerpa hidup anda jangan cepat menyerah apalagi putus asa. Ingat selalu janji-janji Tuhan. Untuk itulah renungan ini sengaja menampilkan pengalaman Yusuf agar menjadi penyejuk jiwa, karena kita harus percaya bahwa apa yang dia nikmati juga akan menjadi pengalaman setiap orang yang selalu berharap kepada Tuhan. Saya selalu terkesan dengan syair satu lagu rohani, “Tuhan hanya sejauh doa.” Dengan demikian Dia sangat dekat dengan anda dan saya.

error: Content is protected !!