Memilih Kebenaran Atau Dongeng

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. 2 Timotius 4:2-4.

Penyejuk Jiwa – Kita hidup sekarang ini pada situasi serba modern di semua aspek. Mulai dari peralatan rumah tangga, sarana transportasi terlebih bidang komunikasi yang semakin canggih dan menunjukkan trends peningkatan dari hari ke hari. Masih segar dalam ingatan saya di era 1980-an alat komunikasi seperti hand phone (HP) masih didominasi oleh kalangan berduit karena mahal harganya. Berbeda keadaanya masa kini dimana alat-alat tersebut tidak lagi membedakan kelas sosial masyarakat, bahkan anak-anak pun tidak soal dari kalangan mana dia berada, sudah lazim memiliki gadget dengan segala jenisnya. Dan kelihatanya minat memiliki aneka merek dan kualitas barang tersebut sering menjadi arena persaingan, tanpa mempertimbangkan apakah itu kebutuhan atau tujuan lain.

Terlepas dari persoalan seperti itu ada lagi yang sesungguhnya harus menggugah perhatian semua pihak terlebih para orang tua yang membebaskan anak-anak mereka menggunakan alat itu.

Kita mengakui bahwa semua hasil penemuan teknologi yang telah membanjiri pasaran dunia pasti ada faedahnya. Namun harus diakui juga asas manfaat sekalipun jika tidak diaplikasikan dengan baik justru dapat menimbulkan bahaya besar. Kita lihat saja kenyataanya. Hati siapakah yang tidak tergelitik jika menyaksikan anak di bawah usia dengan bebas mengunduh tontonan-tontonan yang sebenarnya amat berbahaya bagi mereka. Demikian dengan berbagai jenis permainan (games) yang dapat merusak pikiran jika tidak disertai pengawasaan.

Pernah menjadi berita hangat saat sekelompok pasangan siswa/i SMP didapati melakukan hubungan seks layaknya sumi isteri di ruangan kelas, bahkan direkam dalam bentuk video. Ketika aparat keamanan menginterogasi, para tersangka memberikan salah satu jawaban bahwa hal seperti itu sudah terbiasa mereka saksikan melalui dvd, vcd maupun cellular phone. Sekali lagi harus diakui bahwa fasilitas-fasilitas komunikasi tersebut banyak manfaatnya. Namun di sisi lain harus juga diwaspadai bahwa setan bekerja dengan menggunakan sarana-sarana dengan segala bentuknya. Iblis sebagai bapa dari segala pembohong itu, tahu bahwa sekaranglah waktunya dimana orang tidak lagi menyenangi ajaran sehat. Mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. Selanjutnya Firman Tuhan berkata, “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.” 1 Yohanes 2:16. 

Hampir semua substansi alat modern sekarang ini memiliki kandungan perihal keinginan daging, keinginan mata serta keangkuhan hidup. Bisa saja hal itu sekedar memuaskan keinginan mata, sementara di sisi lain digunakan sebagai alat kesombongan. Semua itu berasal dari dunia (setan), sedangkan yang berasal dari Bapa adalah ajaran sehat dalam kebenaran. Namanya ajaran sehat sudah barang tentu hasilnya mendatangkan kesehatan badani, pikiran, rohani dan sosial bagi semua yang menerapkan. Melalui renungan ini, kita dihadapkan kepada dua pilihan yakni kebenaran atau dongeng. Masih adakah gerangan di antara mereka yang menyebut dirinya umat beragama mementingkan peranan Firman Tuhan dalam pembinaan rumah tangga menuju bahagia? Apakah kita para orangtua masih menyisihkan waktu di celah-celah kesibukan, untuk mendalami Kitab Suci agar diwarisi oleh anak-anak?  Survei telah membuktikan bahwa anak usia sekolah saat ini menghabiskan waktunya paling sedikit 4 (empat) jam sehari menikmati televisi, gadget dan sejenisnya. Hanya sedikit orang yang menyadari bahwa inilah tipu muslihat iblis. Jika para orang tua tidak memiliki perhatian untuk mendidik anaknya, setan bersedia menangani sesuai metodenya, kata seorang pendidik.

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 1 Ptrus 5:8.

error: Content is protected !!