Melewati Badai Bersama Yesus

Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. Habakuk 3:17,18

Penyejuk Jiwa – Tiada satupun ayat dalam Alkitab yang menjanjikan bahwa, orang yang setia kepada Tuhan akan selamanya terhindar dari pencobaan. Malahan sering pencobaan menerpa umat-Nya yg kemudian berbuntut penderitaan. Kita dapat ketahui itu dari pengalaman para Abdi Allah, baik yg ditulis di Alkitab seperti Stefanus misalnya yang mati dilempari batu, maupun dlm lembaran sejarah kekristenan. Yang patut kita ketahui bersama ialah bahwa pencobaan bukan dari Allah. “Dan apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.” Yakobus 1:13.

Dengan demikian yang selalu mencobai ialah iblis atau setan. Namun Tuhan berjanji melalui Firman-Nya  bilamana kita berbeban berat akibat pencobaan lalu berharap sepenuhnya kepada Dia yang mengasihi kita maka beban berat itu akan menjadi ringan. Mari kita simak salah satu dari sekian banyak jaminan (Assuransi Surga) dan Yesus sendiri yang menyatakan keabsahannya. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” Matius 11:28. Siapapun yang memaknai ayat ini pasti mengalaminya dlm kehidupan. Kehidupan dunia pun mengenal suatu kondisi yang sering dikenal dengan sebutan, “sengsara membawa nikmat.” Hal ini bukanlah sesuatu yang ambivalen atau dua hal yg seolah-olah bertentangan, karena kehidupan banyak orang telah membuktikannya. Halaman kertas ini terlalu sempit jika harus disebutkan satu persatu.

Saya yakin, siapapun kita pasti pernah melihat seseorang atau keluarga yang bahagia meskipun hidup dengan serba keterbatasan bahkan berkekuarangan, sementara di sisi lain orang berkecukupan merasa sengsara bahkan sampai bunuh diri di atas kekayaan. Firman Tuhan pun ada menyatakanya dan dilihat sendiri oleh Ayub. Ini dapat kita baca di Ayub 20:22 “Dalam kemewahannya yang berlimpah-limpah ia penuh kuatir; ia ditimpa kesusahan dengan sangat dahsyatnya.” Dapatkah kita bayangkan sdr2, hidup mewah, berlimpah-limpah tapi penuh kuatir, ditimpa kesusahan pula dengan dahsyatnya! Itulah kehidupan nyata di dunia yang fana ini. Silahkan bertanya kpd mbah google, maka ia akan cerita banyak pengalaman serupa, di saat semakin meningkatnya angka bunuh diri dimana-mana, dan kebanyakan dilakukan oleh orang-orang berada. 

Inilah perkara yg patut kita renungkan apalagi dalam situasi seperti sekarang. Kita sedang berada di tengah situasi yang mencekam karena pandemik covid19. Semua negara di dunia disibukkan oleh upaya memutus penyebaran virus berbahaya tersebut, yang telah menelan ribuan korban jiwa hanya dalam kurun waktu empat bulan an. Sedihnya sdr2, segala usaha yang dilakukan pemerintah telah memicu berbagai kesulitan di sisi lain, yang melumpuhkan berbagai mata pencaharian masyarakat, karena diharuskan berada di rumah. Tentu kita sadar, apa yang terjadi jika bekerja di rumah, belajar di rumah, beribadah pun di rumah, belanja juga dari rumah.

Yang pasti mereka yang berkecimpung di bidang transfortasi akan gigit jari demikian dengan berbagai usaha lain. Belum lagi larangan untuk berhimpun dengan kebijakan physical dan social distancing. Banyak bidang usaha yg nyaris gulung tikar karenanya, seperti pasar-pasar swalayan, sudah ada yg terpaksa memberhentikan karyawan akibat konsumen yg amat sepi. Bapa ibu, sdr2 sekalian, sungguh letih dan lesu rasanya jika harus kita beberkan semua hal, yg kini menimpa kehidupan semua lapisan akibat ulah si corona.

Kita tdk heran, mengapa banyak orang memilih bunuh diri karena rasa takut berlebihan (phobia) menghadapi segala dampak yg diakibatkan covid19. Oleh sebab itu marilah kita menjalani hari-hari kehidupan yang sulit dan buruk ini dengan memedomani Firman Tuhan yang mengatakan, “– sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat –“ 2Korintus 5:7  Jika mata badani ini hanya diarahkan mengamati sekitar, maka ketakutanlah yg menghantui, sedangkan ada yg tidak dapat dilihat dengan mata kecuali hanya dengan percaya atau iman yakni Yesus Kristus yang berjanji demikian, “Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu. Keluaran 23:25

error: Content is protected !!