Mataku Telah Melihat Keselamatan Yang Dari Pada-Mu

“Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.” Lukas 2:29-32

Penyejuk Jiwa – Profile atau sosok yang kedua yang akan kita simak dari beberapa tokoh yang dicatat dalam kitab suci sehubungan dengan respon mereka saat Yesus lahir kedunia ialah Simeon.

2. Simeon

Demikian selanjutnya rasul Lukas menceritakan, “Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,   ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.” Lukas 2:25-32

Mari kita renungkan cetusan hati Simeon dan sekaligus menyebut dalam doanya kepada Tuhan, pada saat melihat bahkan menggendong Yesus, yang baru lahir itu. Kita kutip sekali lagi bagaimana orang benar dan saleh itu mengatakan, “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.” Ada dua hal yang tersirat di situ, sebagai kesan dalam diri Simeon setelah menyaksikan sang Juruselamat lahir apalagi setelah mendekap Yesus di lengannya, (Alkitab versi NKJV). Pertama, sekiranya pun dia mati setelah itu, baginya tiada lagi masalah apapun, karena keselamatan telah tersedia baginya melalui Kristus yang telah lahir sebagai Penebus. Ini dikuatkan oleh pernyataan Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Kedua, bilamana Simeon berjalan pulang ke rumahnya sekembali dari menyembah Yesus, dia akan pergi dalam damai sejahtera sesuai dengan firman Tuhan.

Hal yang sama akan menjadi pengalaman semua orang sepanjang zaman apabila merayakan dan memperingati kelahiran Yesus sama seperti Simeon. Fokus utama kedatangannya ke Bait Allah ialah untuk bertemu dengan Yesus oleh dorongan Roh Kudus. Tiada yag lain. Apabila Roh Kudus yang mendorong seseorang untuk datang di Bait Allah, di gereja atau gedung pertemuan sekarang, untuk merayakan natal, akan nyatalah sang Juruselamat itu lahir di dalam hati. Siapapun yang mengikutinya dengan motivasi seperti itu akan pulang dengan damai sejahtera.

Malam minggu dan hari Minggu, 25 Desember kemarin adalah puncak natal yang diselenggarakan oleh berbagai denominasi yang merayakannya dengan berbagai variasi baik hiasan-hiasan gereja maupun gedung, berikut susunan liturgi yang diatur sedemikian rupa. Sudah barang tentu pakaian-pakaian hadirin termasuk para partisipan acara, pasti telah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya agar kelihatan tampil beda. Tidak jarang dimeriahkan dengan alat-alat musik klasik maupun modern dengan para penyanyi bahkan dari kalangan artis. Banyak lagi hal lain yang lebih fenomenal, apalagi perayaan natal yang diselenggarakan di kota-kota besar. Namun satu hal yang tidak boleh dilupakan dalam nuansa apapun perayaan itu dilakukan. Yesus harus lahir di hati, bukan hanya pada suasana Chrismas day, tetapi setiap hari. Kalau pun faktor-faktor di atas harus dilakukan, biarlah semuanya dalam rangka merenda pintu hati, untuk menyambut masuknya sang Penebus. Jika tujuan itu dilupakan akan muncul penonjolan diri maka tertutuplah pintu hati bagi Yesus, karena sudah ditempati oleh oknum lain yakni iblis yang akan mendorong kita semakin menjadi-jadi dalam kesombongan.

Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. Wahyu 3:20 Sementara kita mempersiapkan diri untuk melihat sosok ketiga pada renungan berikut yaitu Herodes, pastikan diri menjadi Simeon modern. Memiliki fokus pada setiap kedatangan ke bait Allah hanya untuk bertemu dengan Yesus, sekaligus menyerahkan tangan kita untuk Dia pegang. Pada gilirannya, kita dituntun berjalan dalam damai sejahtera.

error: Content is protected !!