Malaikat Pelindung

Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Mazmur 34:8,9.

Penyejuk Jiwa – Ada banyak jalan atau cara-cara yang ditempuh orang untuk mencari perlindungan. Di dunia dimana kondisi keamanan yang carut marut ini sering mendorong kita lebih mengandalkan kekuatan atau ide sendiri sehingga melakukan tindakan agar merasa aman. Misalnya saja mempelajari ilmu bela diri, tidak lain tujuanya untuk merasa mampu menghadapi siapa saja yang dianggap mengganggu kenyamanan. Membangun rumah berpagar tembok yang tinggi dan kokoh, dilengkapi dengan anjing  galak, termasuk juga security yang selalu berjaga. Ada lagi dengan usaha memiliki alat pengamanan seperti senjata tajam bahkan sampai senjata api.

Semua cara tersebut akan menjadi sia-sia, jika karenanya kita bergantung kepada diri sendiri sehingga lupa bahwa Tuhan selalu mengutus malaikat-Nya menjagai setiap orang yang takut akan Dia.

Siapa yang tidak mengenal Bruce Lee, dengan jurus-jurus bela dirinya yang amat ditakuti. Namun dia mati konyol dibunuh oleh lawanya di salah satu restoran di Tiongkok beberapa tahun silam. Tidak usah jauh-jauh, mungkin di sekitar anda pernah menyaksikan rumah berpagar tembok dengan pintu gerbang yang kokoh, namun pencuri berhasil membobolnya. Pemilik senjata api sering ditemukan tewas mengenaskan.

Jangan salah mengerti dengan renungan ini. Semua selengkap pengaman yang dapat dilakukan secara normal dan wajar tidak ada salahnya. Yang salah adalah, jika karena semua upaya itu kita cenderung mengandalkan diri sendiri sehingga lupa Tuhan.  Perhatikan bagaimana pemazmur memberikan jaminan melalui ayat Alkitab di atas. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Sejauh perjalanan hidup  tetap menunjukan sikap takut kepada Tuhan, sadari Malaikat-Nya berpasukan mengawalmu. Dan ini hanya dapat dinikmati oleh orang-orang yang telah mengecap betapa baiknya Tuhan itu.

Seorang ibu saat berusaha menanamkan makna Firman Tuhan ini kepada anaknya yang masih polos, lebih dahulu menerangkan kekejaman setan, namun menjelaskan juga bahwa kekejaman itu tidak ada artinya dibanding kuasa Yesus Kristus. Di celah-celah keseriusan si ibu menjelaskan hal yang berharga ini kepada buah hatinya, dia bertanya, “Jika demikian anakku apa yang kau harus lakukan supaya selalu terluput dari bahaya yang datangnya dari setan?” Anaknya segera menjawab, “Aku akan pegang tangan Tuhan!” Agar lebih menggiring pengertian anaknya, si ibu balik bertanya, “Kalau setan potong tanganmu, dan itu dapat dia lakukan agar kamu tidak bisa pegang tangan Yesus?” Hati ibu yang bijaksana itu jadi berbunga-bunga saat mendengar anaknya menjawab, “Mama, akan kuserahkan Tanganku agar Tuhan pegang!” Sambil memeluk dan mencium, si ibu berbisik ketelinga anaknya, “Anakku itulah bukti yang sebenarnya apabila seseorang takut kepada Tuhan.”  Jika kita yang pegang tangan Yesus bisa saja kita membawa-Nya sesuai kemauan, namun jika kita serahkan tangan untuk Dia pegang, berarti pasrah kemanapun kita dipimpin. Aku mau Yesus sertaku, ku takut sendirian.

error: Content is protected !!