Makan Minum Untuk Kemuliaan Allah

Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. 1 Korintus 10:31.

Renungan Harian – Untuk lebih memahami perihal makan, minum atau melakukan sesuatu yang lain untuk kemuliaan Allah perlu ditunjang oleh pengalaman sehari-hari. Khususnya para pembaca dalam kapasitas sebagai orang tua di satu sisi dan menjadi seorang anak di sisi lain sangat membantu pemahaman ayat ini. Mungkin terlalu sakral kalau kita sebut kemuliaan atau memuliakan sebagai kata kerjanya kalau itu menyangkut hubungan antar sesama manusia.  Adalah terlalu berlebihan jika seorang MC mengatakan, “hadirin yang kami muliakan” yang kadang kala kedengaran pada acara-acara tertentu. Istilah itu seharusnya hanya antara manusia terhadap Allah Yang Maha Tinggi sama seperti ayat di atas. Karena yang kita simak adalah hubungan antar sesama manusia, marilah kita gunakan kata “menghormati.” Semua kita mengakui apabila seorang anak disebut menghormati orang tua, harus disertai bukti-bukti konkrit yakni anak tersebut melakukan apa yang diperintahkan atau dipesankan oleh orang tuanya. Tidak terlalu berlebihan jika kita katakan, sudah itulah bukti yang sangat menentukan.

Demikianlah halnya dalam hubungan umat manusia dengan Tuhan. Siapapun yang menyatakan diri sebagai pengikut-Nya, itu berarti apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya dituruti. Dengan kata lain memuliakan Allah khususnya yang menyangkut seputar pembicaraan kita dalam renungan ini yakni dalam hal makan, minum dan sesuatu yang lain akan melakukan sesuai petunjuk-Nya. Barulah disebut memuliakan Allah. Perlu kita ingat bersama, tidak ada orang tua yang memberikan perintah dengan maksud mencelakakan anaknya-anaknya. Yesus juga pernah menyatakan hal itu melalui firman-Nya.

Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” Matius 7:9-11.

Jadi, Allah yang sangat intens dengan keperluan kita, tentu segala perintahnya tentang makan, minum bahkan melakukan sesuatu yang lain yang diatur dalam firman-Nya, semata-mata untuk kebaikan anda dan saya. Jika Allah memberikan ketetapan tentang makanan dan minuman melalui firman-Nya berarti tujuannya untuk kesehatan para pengikut-Nya. Seperti firman-Nya, “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau. Keluaran 15:26.

Bilamana tuntunannya menyangkut segi moral, tidak lain tujuannya hanya demi kebahagiaan umat kepunyaan-Nya. Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah. Ibrani 13:4. Apabila nasihatnya mengingatkan cara-cara menyikapi uang dan harta, tujuannya agar kita tidak pernah kuatir sementara menjalani hidup ini, sekalipun menghadapi krisis. Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Ibrani 13:5. Ajari aku Tuhan dan beri kekuatan agar dalam hal makan, minum dan melakukan sesuatu yang lain hanya untuk kemuliaan-Mu. Kiranya itu menjadi doa kita setiap saat.

error: Content is protected !!