Kemana Allah Berpihak, Itulah Zona Aman

TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? Mazmur 118:6

Penyejuk Jiwa – Baik pada renungan kemarin maupun hari ini, sengaja kita memilih ayat-ayat firman Tuhan dengan retorika tersendiri yang menekankan setiap pesan-pesan rohani melalui kalimat-kalimat pertanyaan. Bukan berarti pertanyaan-pertanyaan itu yang sengaja disusun sedemikian rupa, membutuhkan jawaban dari pembaca. Sering cara itu digunakan para penulis termasuk mereka yang disuruh Tuhan menulis firman-Nya, karena mengandung maknan yang lebih mengesankan. Itulah juga yang dilakukan oleh pemazmur melalui renungan hari ini, “TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” Semua retorika ini bertujuan untuk mengajak umat agar menjadikan Tuhan berada di pihaknya sehingga tidak ada yang dapat dilakukan manusia terhadap dia. Akan tetapi jangan lupa prosedurnya dan harus dipahami sejelas-jelasnya. Jangan lupa bahwa sumber kejelasannya adalah Alkitab.

Bukankah pernyataan firman Tuhan yang kita petik kemarin dan hari ini, merupakan informasi adanya zona aman yang tidak dapat digannggu oleh kekuatan manusia. Siapapun pasti merindukannya. Syaratnya juga tidaklah terlalu rumit cukup hanya menjadikan Tuhan berada di pihakmu. Informasi itupun sungguh akurat tidak ada unsur gombal di dalamnya sebagaimana lazimnya orang berkampanye. Ngak juga bagaikan syair lagu yang sering mengumbar janji, padahal janji bulan madu hanya mimpi. Pengalaman-pengalaman para abdi Allah membuktikanya dengan nyata. Kita akan simak beberapa di antaranya!

Selama bertahun-tahun raja Ahab dan isterinya Izebel yang jahat, berupaya habis-habisan untuk melenyapkan nabi Elia dari muka bumi melalui rencana pembunuhan yang keji. Segala kekuatan kerajaan dikerahkan untuk mencari dan menangkap nabi Tuhan yang setia itu, namun karena Allah ada di pihaknya dia nyaman di persembunyian. Bahkan saat Elia berada di tepi sungai Kerit yang jernih sebagai sumber air minum manakala semua sumber air di kerajaan Ahab telah kering, Allah mengatur burung gagak melayani dia dengan makanan yang cukup dan sehat. Semua kenyamanan itu dia nikmati karena Allah ada di pihaknya hingga akhirnya dia diangkat naik ke Sorga. (1 Raja-raja 17-20)

Demikian juga Hananya, Misael dan Azarya yang saat itu lebih dikenal dengan nama Sadrakh, Mesakh dan Abednego berjalan-jalan di tengah perapian yang dipanaskan tujuh kali lipat akibat kemarahan raja Nebukadnezar. Alasannya, ketiga abdi Allah itu tidak mau tunduk menyembah patung buatan raja. Mereka tahu itu menodai iman mereka mengakibatkan Allah tidak akan berpihak kepada mereka. Untuk itulah ketiganya berketetapan, lebih baik mati di perapian daripada tunduk kepada manusia yang akibatnya Allah akan meninggalkan mereka. Namun sangat menakjubkan, raja sendiri terperangah menyaksikan Sadrakh, Mesakh dan Abednego berjalan-jalan di tengah api. Firman Tuhan mencatat demikian, Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: “Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?” Jawab mereka kepada raja: “Benar, ya raja!” Katanya: “Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!” Daniel 3:24,25.  Karena Allah selalu ada di pihak mereka maka Dia datang mendampingi kesayangan-Nya ke tengah perapian untuk mengubah nyala api menjadi udara yang menyejukkan.

Kita ambil satu lagi dari sekian banyak pengalaman, yaitu Daniel. Semalam-malaman dia berada di gua singa yang sengaja tidak diberi makan beberapa hari, dengan maksud begitu Daniel dijatuhkan langsung dicabik-cabik dan dilahap. Konsekuensi itupun dia alami karena kesetiaannya kepada Allah, yang digunakan oleh semua pejabat tinggi, penguasa, wakil raja, para menteri dan bupati di kerajaan Media-Persia untuk menghancurkan Daniel. Adapun celah yang mereka intip ialah segi agamanya, karena sisi lain mereka tidak temukan. Sesungguhnya raja yang memerintah ketika itu adalah Darius yang amat mennghormati Daniel karena kinerjanya sebagai orang kedua di kerajaan Media-Persia. Alkitab maupun sejarah kembali mencatat, “Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan.” Daniel 6:23. Agar lebih menyentuh hati, baca selengkapnya di Daniel faal 6.

Tentu masih banyak pengalaman-pengalaman para pengikut setia Tuhan baik di dalam maupun di luar Alkitab, yang menunjukkan kenyamanan yang sama, saat Allah berada di pihak seseorang atau kelompok. Semoga dengan pengalaman tersebut dapat membuka wawasan rohani anda dan saya dan terdorong untuk menempatkan Yang Maha Kuasa selalu berada di pihak kita, niscaya kitapun akan merasakan. Jadilah umat Kristen yang punya pengalaman bersama Allah.

error: Content is protected !!