Kekayaan Yang Menyebabkan Kecelakaan Sendiri

Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri. Dan kekayaan itu binasa oleh kemalangan, sehingga tak ada suatu pun padanya untuk anaknya. Pengkhotbah 5:12,13

Renungan Harian – Tiada satu ayat atau sepenggal kalimatpun di Alkitab yang mengatakan bahwa umat Tuhan salah menjadi orang kaya. Buktinya ada beberapa orang-orang kaya yang menjadi tokoh-tokoh dalam kitab suci, misalnya Abraham, Salomo, Ayub, Yusuf dari Arimatea dan lain-lain. Malahan ada pesan-pesan kepada orang-orang kaya dalam firman-Nya demikian, “Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan…” Ulangan 8:18. Hanya segelintir orang yang mengingat pesan ini di dunia nyata, kebanyakan mereka yang tadinya miskin harta, setelah menjadi kaya pada umumnya lupa Tuhan. Biasanya kondisi seperti itu bisa terjadi kepada orang-orang yang berusaha memperoleh kekayaan tersebut dengan menghalalkan segala cara. Tanpa menyadari bahwa kekayaan yang disimpan dengan usaha seperti itu, Alkitab katakan menjadi kecelakaan kepada pemiliknya sendiri.

Untuk itu marilah kita simak sejenak pengalaman dari beberapa orang terkenal dan kaya, namun di celah-celah ketenaran yang mereka capai akhirnya meremehkan bahkan ada yang menghina Tuhan.

JOHN LENNON (Penyanyi) Tahun 1996, saat interview dengan wartawan American Magazine, ia berkata : “Kekristenan akan berakhir dan hilang. Aku tidak perlu menjelaskannya. Yesus memang OK, namun pengajaran-Nya terlalu sederhana. Hari ini kami jauh lebih tenar dari Dia.” Setelah mengatakan itu, John Lennon tewas ditembak oleh fans nya sendiri bernama Mark David Chapman.

TANCREDO NEVES (Presiden Brazil) Selagi kampanye, ia berkata, “Bila saya mendapat 500.000 suara dari anggota partai, maka tidak ada yang dapat mendepak saya dari posisi presiden, bahkan Tuhan sendiripun tidak mungkin.”  Benar, ia berhasil meraih lebih dari 500.000 suara, tetapi  sehari sebelum pelantikannya memangku jabatan kepresidenan, ia sakit dan menghembuskan nafas terakhir.

 CAZUZA (Artis Brazil) Dalam penampilannya di Rio de Janeiro, sambil menghisap cerutu, ia mengebulkan asapnya ke udara dan berkata: “Tuhan, ini untuk-Mu”. Menjalani usia 32 thn Cazuza meninggal dunia akibat kanker paru-paru dalam kondisi yang mengerikan.

MARILYN MONROE (Artis USA) Ketika memimpin sebuah KKR di kotanya Evangelist Kondang Amerika Serikat Billy Graham mengunjungi Marilyn Monroe dan mengatakan bahwa Roh Allah mengirimnya untuk menyampaikan sesuatu kepada Marilyn. Namun ia berkata: “Maaf, aku tidak memerlukan Yesus-mu”. Seminggu kemudan Marilyn Monroe ditemukan tewas di apartemennya, diduga mengonsumsi pil tidur dalam dosis tinggi.

BON SCOTT (Mantan vocalis AC/DC) Dalam salah satu albumnya (1979)  ada sebuah lagu berlyrik, “Jangan hentikan aku, aku sedang asyik berjalan ke neraka.” Ternyata tanggal 19 Februari 1980, Bon Scott ditemukan tewas karena tersedak oleh muntahnya sendiri.

CAMPINAS (2005)  Sekelompok anak muda sedang mabuk menjemput seorang gadis, teman mereka yang diantar oleh ibunya hingga masuk ke dalam mobil. Karena kuatirnya, sang ibu berkata, “Tuhan besertamu putriku”. Putrinya menjawab, “Boleh saja ma, asalkan Dia duduk dibagasi, karena disini sudah penuh!” Beberapa jam kemudian dikabarkan mobil tersebut mengalami kecelakaan fatal. Bentuk bagian depan mobil tidak dapat dikenali lagi. Semua penumpang tewas seketika namun heran bin ajaib, bagasi mobil tetap utuh, bahkan ternyata sekotak telur di dalamnya tiada satupun yang pecah.

Setinggi apapun ketenaran yang kita capai, sebanyak apapun kekayaan yang kita miliki jangan pernah melupakan apalagi meremehkan Tuhan. Nikmati semua demi kepujian dan hormat bagi nama-Nya. Kalau tidak, maka lambat atau cepat pada giliranya akan mencelakakan diri sendiri, karena melupakan si pemberi.

Saat sedang menunggui suaminya Steve Jobs, yang telah sekarat di Rumah Sakit Palo Alto California pada 5 Oktober 2011 yang lalu Laurene Powell berucap, “kekayaan bukanlah segalanya.” Tidak lama setelah itu suaminya Steve Jobs yang pernah menduduki peringkat di jajaran orang terkaya di dunia, menutup mata untuk selamanya pada usia 56 tahun dengan meninggalkan kekayaan sekitar sepuluh  trilyun US dollar. Apa yang dicetuskan oleh isterinya dari lubuk hati yang dalam, sungguh benar.

error: Content is protected !!