Kebahagiaan Sejati

Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” Matius 6:34.

Penyejuk Jiwa – Lucius Annaes Seneca, seorang filsuf Romawi terkenal pernah mengatakan bahwa, “kebahagiaan sejati ialah menikmati hari ini tanpa ada beban memikirkan hari esok.” Apa yang dicetuskan orang yang pernah menjadi penasihat kaisar Nero tersebut sangatlah beralasan dan masuk diakal sehat. Bukan hanya itu namun berlatar belakang Alkitabiah. Sebab salah satu hal yang amat berhasil mengusik kebahagiaan seseorang dan/atau keluarga, adalah terlalu dibebani oleh pemikirkan untuk hari esok. Bukan hanya itu saja. Jika terlalu dibebani pemikiran hari esok, sering mendorong seseorang menjadi eksklusif dan individualis dalam arti menutup diri terhadap sesama termasuk kepada keluarga-keluarga terdekat.

Saya berikan contoh dari kehidupan satu keluarga muda anggota jemaat, mempunyai pendapatan yang cukup lumayan hasil pekerjaan suami yang cukup baik di satu perusahaan. Namun saya perhatikan keluarga itu tidak pernah mengulurkan tangan membantu sesama bahkan adik kandung sendiri terpaksa berhenti kuliah karena masalah biaya. Sekalipun kedua orang tua mereka mencoba mendekati dengan mengharapkan pertolongan, selalu alasannya untuk memikirkan hari depan anak-anak sesuai cita-cita mereka. Sementara kedua anak mereka yang sedang bertumbuh masih tergolong usia balita. Dengan kondisi berpikir seperti itu, saya dapat menyaksikan bahwa kehidupan keluarga itu kurang bahagia. Di sinilah kita perlu mengamalkan ilmu domba sebagaimana Yesus pernah nasihatkan kepada murid-murid-Nya. Demikian firmnan-Nya, “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Matius 10:16

Ada interpretasi yang terkandung dalam ayat ini. Sebab jika tidak para pembaca bisa menjadi takut karena merasa mengikut perintah Yesus berarti berakibat konyol seperti domba di tengah serigala. Di sini hikmahnya jika membaca firman Tuhan menggunakan analisa alami, karena pengajaran di dalamnya banyak menggunakan faktor-faktor alam. Sudah diteliti bahwa domba adalah hewan paling bahagia karena dapat melihat jelas hanya sejauh 12 meter. Itu sebabnya domba tidak mau jauh-jauh dari gembalanya sampai lebih 12 meter takut tidak mereka lihat. Bagi anda yang pernah menggembalakan kawanan domba pasti mengalami. Domba tidak pernah kuatir sekalipun kawanan serigala mengelilingi mereka pada jarak 25 meter karena itu tidak mereka lihat. Kawanan domba tetap merumput dengan tenang karena melihat ada gembala dekat mereka. Kemana gembala berjalan ke sana mereka ikut. Inilah yang dinyatakan melalui, Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Mazmur 23:1 Sama seperti domba yang tidak pernah takut kekurangan selama dekat dengan gembala. Makanya tidak mau jauh dari gembalanya.

Ada beban yang menekan jiwa kalau melihat terlalu jauh ke depan yaitu kekuatiran. Kemudian sisi lain, akan menutup diri menolong sesama dengan alasan persiapan masa mendatang. Apakah ada kebahagiaan dalam kehidupan sosial seperti itu? Padahal tidak menyadari bahwa Gembala agung ada dekat dengan kita, siap memberi pertolongan yang tidak pernah terlambat. Pada renungan kemarin kita telah menggaris bawahi cetusan hati Laurene Powell, isteri Steve Jobs yang menyebut, “kekayaan bukan segalanya.” Hari ini kita simak bagaimana Steve Jobs sendiri menyatakan sebuah filosofi di saat dia merasa hidupnya tidak lama lagi akibat komplikasi kanker pankreas yang dia derita.

“Dalam dunia bisnis, aku adalah simbol dari kesuksesan, seakan-akan harta dan diriku tidak terpisahkan. Saat ini aku berbaring di rumah sakit, merenung jalan kehidupanku dimana kekayaan, nama, kedudukan semuanya itu tidak ada lagi artinya. Malam yang hening, cahaya dan suara mesin di sekitar ranjangku, bagaikan nafas nya maut  yang mendekat pada diriku. Sekarang aku mengerti, asalkan memiliki harta  buat digunakan itu sudah cukup. Mengejar kekayaan tanpa batas bagaikan monster yang mengerikan.

Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. 1 Petrus 5:7. Jadilah domba gembalaan Yesus Kristus yang sejati, dan pasti akan menikmati kebahagiaan sejati.

error: Content is protected !!