Jangan Mendua Hati

Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain. Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.” Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.” Matius 2:12-15

Penyejuk Jiwa – Agar senantiasa merupakan untaian mata rantai yang tidak terputus maka perlu rasanya kita simpulkan riwayat kelahiran Yesus dengan menyoroti sosok atau frofil manusia yang datang menyembah Dia. Telah kita simak pada renungan terdahulu bagaimana mereka menunjukkan motivasi masing-masing meskipun dalam pernyataan di bibir semua sama yaitu untuk menyembah. Semoga masih segar dalam ingatan pembaca bagaimana para gembala, Simeon, Herodes, menunjukkan sikap penyembahan mereka kepada Yesus yang lahir di Betlehem ketika itu. Begitu Herodes berpesan kepada orang majus, “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia” dalam hatinya adalah politik untuk membunuh. Ketika kalimat yang seolah-olah mengesankan itu keluar dari mulut raja Herodes, tak seorang pun yang tahu dalam hatinya berniat untuk membunuh, baik orang majus maupun bawahanya yang hadir ketika itu. Hanya Allah Bapa di surga yang mengetahui. Itulah sebabnya orang majus dieringatkan melalui mimpi, dan malaikat-Nya diutus memberitahukan kepada Maria dan Yusuf tentang hal itu.

Mari kita camkan satu pelajaran yang amat menarik dari sisi itu. Siapapun yang datang menyembah Tuhan, apakah itu di Bait Suci zaman para imam, di Sinagog zaman rasul-rasul, Gereja pada waktu sekarang, Allah tahu apa yang ada di hati setiap orang  dalam tujuan berbakti. Hati dan jiwa itulah yang dibutuhkan oleh Tuhan. “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Matius 22:37

Pada tahun lalu bahkan masih muncul sekarang ini, sebentuk peringatan di media sosial adanya sepasang suami instri yang datang ke satu Gereja memohon perhatian dengan kalimat-kalimat yang meyakinkan. Tentu pihak Gereja sudah pasti menaruh rasa simpati apalagi orang itu seperti menunjukkan keseriusan iman walaupun hanya melalui perkataan seperti Herodes. Karena nyatanya setelah diterima bekerja di Gereja sebagai kostur, disediakan tempat tinggal dengan fasilitas yang memadai, berikut honor yang cukup layak, namun hanya hitungan bulan keduanya minggat dengan membawa kabur barang-barang berharga milik gereja. Dalam keadaan seperti itu memang kita harus waspada. Akan tetapi apa yang telah dilakukan oleh pihak gereja tidak perlu disesalkan. Adalah perkara yang mudah bagi Tuhan untuk mencurahkan berkat-Nya bagi gereja mengganti itu semua, “Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?” Roma 8:32

Yang perlu kita renungkan sehubungan dengan ini ialah, tetap akan ada herodes-herodes modern yang muncul di kalangan penganut agama mana pun di dunia ini hingga kiamat. Di bibir mengaku untuk menyembah, pada hal dihati bersarang dendam kesumat. Untuk itu, tetap harus waspada terhadap orang-orang seperti itu, dan yang tidak kalah pentingnya untuk diwaspadai adalah diri sendiri agar terhindar dari sikap seperti itu. Ingat selalu, Allah mengetahui segala rahasia hati kita masing-masing.

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Amsal 4:23 Seandainya kami melupakan nama Allah kami, dan menadahkan tangan kami kepada allah lain, masakan Allah tidak akan menyelidikinya? Karena Ia mengetahui rahasia hati! Mazmur 44:21,22

Perlu kita sadari dan maknai! Setiap orang yang datang menyembah Tuhan dalam arti beribadah dengan hati yang tulus akan pulang dengan hati yang dipenuhi sukacita, bahagia dan damai sejahtera. Namun siapa yang menyembah Dia dengan mendua hati akan dilanda ketidaktenangan, lambat atau cepat akan menuai malapetaka sama seperti Herodes.

Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya. Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! Yakobus 1:8; 4:8  

error: Content is protected !!