Jangan Ada Dusta Diantara Kita

Inilah hal-hal yang harus kamu lakukan: Berkatalah benar seorang kepada yang lain dan laksanakanlah hukum yang benar, yang mendatangkan damai di pintu-pintu gerbangmu. Zakaria 8:16.
Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. Efesus 4:25.

Renungan Harian – Sengaja kita kemukakan dua ayat sekaligus, menjadi pokok renungan hari ini. Satu dari Alkitab Perjanjian Lama dan satu lagi dari Perjanjian Baru. Ini disajikan untuk melihat keseimbangan di semua bagian Firman Tuhan yang selalu mengingatkan umat-umat-Nya agar berkata benar. Inilah substansi yang amat diperlukan dalam hubungan antar manusia demi menghindari tindakan yang berbau hasutan, provokasi atau fitnah. Pada beberapa renungan terdahulu kita telah diingatkan agar menyadari bahaya-bahaya dari hasutan yang semata-mata hanya merusak persatuan terlebih kerukunan. Apabila sudah diingatkan tentu diharapkan kita menghindarinya dalam jalinan komunikasi kapan saja dan di mana saja anda dan saya bersosialisasi. Berkatalah benar seorang kepada yang lain dan laksanakanlah hukum yang benar, yang mendatangkan damai di pintu-pintu gerbangmu. Demikian Firman Tuhan melalui nabi Zakaria, dengan memastikan jika seorang selalu berkata benar kepada yang lain ada damai di pintu-pintu gerbang. Hal yang sama dinyatakan melalui rasul Paulus, “janganlah ada dusta di antara kita, dan berkatalah benar seorang kepada yang lain.”

Nyatalah melalui kedua ayat ini, bahwa damai atau kerukunan yang dimaksud dapat dibangun dengan formula yang mudah sekali, yakni berkata benar atau tidak ada dusta. Kita sebut mudah karena tidak perlu mengorbankan enerji saat melakukannya. Misalnya, daripada harus berkata dusta lebih baik berdiam diri. Bukankah berdiam itu adalah emas seperti kata peribahasa, dan berbicara itu adalah perak? Mana yang lebih tinggi nilainya, tentu berdiam bukan!  Ada kata-kata mutiara yang sekarang ini amat femiliar dalam postingan orang-orang di kampung-kampung milis, wa, fb dan grup-grup lain di dunia maya. Cukup menggugah hati dan bermanfaat dalam menciptakan kerukunan yang dapat dimulai dalam hubungan antar individu.

  • Jika tidak mau menghibur orang lain, janganlah menyakiti hatinya.
  • Jika tidak mau menolong orang lain dengan materi, janganlah merampok apa yang ia miliki.
  • Jika tidak mau memuji orang lain atas keberhasilannya, janganlah memfitnah dia.
  • Jika tidak mau memberikan nasihat yang menguatkan, janganlah mencaci maki.

Sekalipun masih banyak yang lain namun kutipan di atas cukup memberikan gambaran bagi kita bagaimana unsur-unsur pembangunan kerukunan itu sesungguhnya hanya cukup pasif di satu sisi. Namun kenyataanya di tengah masyarakat masa kini, kebanyakan orang lebih senang super aktif bergossip daripada berbicara benar, atau berdiam diri. Lebih menyenangi sebagai mediator tentang kabar-kabar buruk yang tidak berguna, daripada mengumandangkan atau menyanangkan kabar baik.

Ketika Timotius sedang menggembalakan satu jemaat besar yaitu Efesus, dia menemukan persoalan seperti itu berjangkit di kalangan umat. Ada sekelompok orang yang terbiasa bermalas-malasan, sehingga pekerjaan mereka hanya bergossip ria. Firman Tuhan menyebut mereka sebagai berikut:     “Lagipula dengan keluar masuk rumah orang, mereka membiasakan diri bermalas-malas dan bukan hanya bermalas-malas saja, tetapi juga meleter dan mencampuri soal orang lain dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas.” I Timotius 5:13. Ada indikasi yang dapat kita petik menjadi pelajaran berharga dari kehidupan sekelompok orang yang ada di Efesus sebagaimana diinformasikan melalui ayat tersebut. Hindari kehidupan bermalas-malas. Hanya mereka yang hidup bermalas-malas senang mencampuri urusan orang lain, sambil meleter yakni mengatakan hal-hal yang tidak pantas. Ini dilakukan dengan keluar masuk rumah orang tanpa rasa malu. Sifat seperti itu tidak akan pernah ditemukan dalam diri orang yang rajin melakukan pekerjaannya, dan merasa lebih berguna mengurusi persoalan sendiri.  Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan. Amsal 13:4.

error: Content is protected !!