Indah Rencana-Mu Tuhan

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Pengkhotbah 3:11

Renungan Harian – Rencana Tuhan memang indah. Bukan hanya indah tetapi selalu tepat watu sesuai Kemaha Tahuan dan kasih setia-Nya. Manusia yang cenderung tidak sabar lalu sewaktu-waktu bertindak mendahului Tuhan. Selami dan tekuni dengan pikiran yang jernih apa rencana Allah bagi dunia ini yang amat lengkap diuraikan dalam firmnan-Nya. Jadikan itu pedoman menghadapi situasi apalagi yang berhubungan dengan mempertahankan iman. Apa yang termaktub dalam lyirik lagu rohani di atas harus merupakan ungkapan hati nurani umat Kristen sejati, agar berserah kepada rencana Allah. Lagu ini amat familiar di kalangan nasrani, untuk itu mari  melantunkannya dalam hati sambil merenungkan syairnya.Indah rencanaMu Tuhan di dalam hidupku. Walau ku tak tahu dan ku tak mengerti semua jalan-Mu. Dulu ku tak tahu Tuhan berat kurasakan. Hati menderita dan ku tak berdaya menghadapi semua.

 Reff. Kini kumengerti s’karang Kau tolong padaku

Kini ku melihat dan ku merasakan indah rencana-Mu  2X.

Lirik lagu “Indah Rencana-Mu Tuhan” amat relevan dengan ayat kitab suci yang menjadi pokok renungan hari ini. Harus mengappresiasi hamba Tuhan penggubah lagu tersebut karena diilhami firman Allah saat mengemasnya. Manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Ini lebih terasa ketika kita menderita dan tak berdaya menghadapi semua. Akan tetapi bilamana kondisi seperti itu menimpa diri namun tetap berserah kepada-Nya, disitulah kita mengerti dan merasakan indahnya rencana Tuhan. Masih berkisar pada pengalaman orang Israel ketika tabut Allah telah dirampas oleh orang Filistin, seperti telah kita simak pada renungan kemarin. Selanjutnya di Kitab 1 Samuel 4, 5, dijelaskan bahwa Tuhan yang mereka biarkan untuk bertindak dan hasilnya demikian.

Sebab itu mereka memanggil berkumpul kepadanya semua raja kota orang Filistin dan berkata: “Apakah yang akan kita lakukan dengan tabut Allah Israel itu?” Lalu kata mereka: “Tabut Allah Israel harus dipindahkan ke Gat.” Jadi mereka memindahkan tabut Allah Israel itu ke sana. Tetapi setelah mereka memindahkannya, maka tangan TUHAN mendatangkan kegemparan yang sangat besar atas kota itu; Ia menghajar orang-orang kota itu, anak-anak dan orang dewasa, sehingga timbul borok-borok pada mereka. Lalu mereka mengantarkan tabut Allah itu ke Ekron. Tetapi sesampai tabut Allah itu di Ekron, berteriaklah orang Ekron itu, demikian: “Mereka memindahkan tabut Allah Israel itu kepada kita untuk mematikan kita dan bangsa kita.” 1 Samuel 5:8-10.

Di fasal ini masih sekitar usaha orang Filistin menghindari malapetaka akibat perampasan tabut Allah itu, dengan memindahkannya dari satu kota ke kota lain di wilayah mereka. Akan tetapi bersamaan dengan itu berpindah pindah jugalah malapetaka yang menimpa mereka dari hari ke hari. Semua penduduk negeri itu menjadi cemas dan ketakutan menghadapi tindakan Allah atas penistaan mereka terhadap agama Israel dengan merampas tabut Allah. Namun kesan rohaninya ialah bahwa bangsa Israel tetap menyerahkan ke tangan Yang Maha Kuasa, membiarkan Dia yang bertindak.

 Selanjutnya di fasal 6 ditulis dengan lengkap solusi yang amat elegan melalui kuasa Allah, hendaknya saudara luangkan waktu untuk membaca dan merenungkannya agar mendapat kekuatan menghadapi masa depan yang semakin sukar. Namun ringkasannya ditulis juga dalam  ayat terakhir 1 Samuel 5 sebagai berikut,

“Sebab itu mereka memanggil berkumpul semua raja kota orang Filistin itu dan berkata: “Antarkanlah tabut Allah Israel itu; biarlah itu kembali ke tempatnya, supaya jangan dimatikannya kita dan bangsa kita.” Sebab di seluruh kota itu ada kegemparan maut; tangan Allah menekan orang-orang di sana dengan sangat berat: “orang-orang yang tidak mati, dihajar dengan borok-borok, sehingga teriakan kota itu naik ke langit.” Ayat 11,12.

Tanda-tanda zaman telah memperlihatkan bahwa dunia tidak akan semakin nyaman. Percaya atau tidak itu merupakan nubuatan firman Tuhan. Semua itu merupakan indikasi akan kiamat dunia yang sudah dekat, melalui kedatangan Yesus yang kedua kali. Akan tetapi siapa yang berharap dan yakin sepenuhnya kepada rencana Tuhan, merekalah yang aman di lengan-Nya. Rasakan dan nikmati setiap hari indahnya rencana Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. Yesaya 55:9

error: Content is protected !!