Indah Pada Waktunya

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Pengkhotbah 3:11

Renungan Harian – Semua pakar managemen dari bangsa manapun dia berasal tetap menekankan pentingnya “Time Management” dalam setiap bukunya. Dalam menyususn setiap rencana tetap menentukan time tabel untuk mencapai tujuan yang ditargetkan. Tentu hal itu disesuaikan dengan segala sarana dan prasarana berikut kekuatan sumber daya yang akan dimanfaatkan. Adalah kurang valid memang jika sesuatu rencana disusun sedemikian rupa tanpa mempertimbangkan potensi-potensi yang tersedia untuk menentukan jenjang waktu pencapaian. Itulah sebabnya secara inplisit dan explisit para tokoh management belajar dari firman Tuhan agar langkah-langkah managemen yang bertujuan menemui sasaran menjadi kenyataan yang indah pada waktunya. Pengertian “indah pada waktunya” di sini ialah berhasil tepat waktu.

Sekalipun para pakar sedikit bervariasi dalam mengutarakan proses managemen, pada umumnya berkisar pada langkah-langkah, planning (perencanaan), organising (pengorganisasian), actuating (tindakan pelaksanaan) dan controlling (pengawasan), ada juga yang menyebut evaluating (evaluasi). Bukankah ini yang dilakukan Allah ketika menciptakan dunia ini berikut isinya. Mari kita lihat melalui Alkitab sebagai tex book managemen paling awal khususnya dalam rencana Allah menciptkan manusia agar lebih spesifik.

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Kejadian 1:26

Perhatikan bagaimana Allah menysusun satu rencana yang kemudian diuraikan pakar managemen menjadi SMART dalam menyusun rencana. Kemudian bagaimana lanjutannya?

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Kejadian 1:27:28

Allah melakukan tepat sesuai dengan rencana yang telah digariskan dan sekaligus melakukan kordinasi dengan apa yang dia ciptakan. Dan Kahlik tidak berhenti hingga di situ, ada langkah berikut yang dia lakukan sesuai dengan management proces of God. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Ayat 31 Dilakukan evaluasi, dan hasilnya sungguh amat baik kerena semua dilakukan sesuai dengan rencana. Inilah dasar kita untuk mengatakan bahwa Allah dari sejak semula telah memberikan contoh kepada manusia bagaimana proses managemen itu akan berhasil jika dijalankan sesuai denga konsep Allah. Apa yang diturunkan para ahli managemen sepanjang zaman,sesungguhnya bersumber dari firman Tuhan.

Yang sering menjadi problema dalam proses ini, apakah itu dalam bentuk badan usaha, organisasi, perusahaan, bahkan sebagai individu, ialah adanya keahlian menysusun rencana, namun tidak pernah ditindak lanjuti dengan proses selanjutnya. Hanya rencana yang indah akan tetapi tidak pernah tiba pada hasil yang indah pada waktunya. Dan penghalang yang sangat menonjol, biasanya soal penggunaan waktu saat menjalankan tindak pelaksanaan. Tuhan katakan segala sesuatu harus sesuai waktunya, Pengkhotbah 3:1. Bila waktunya untuk bekerja, bekerjalah dengan giat, waktu belajar di bangku sekolah lakukan itu dengan sungguh-sungguh. Juga saat waktunya bermain, lakukan sepuasnya sebagai refressing, demikian juga saat berolah raga lakukan dengan efektif karena semua itu berguna namun harus selalu pada waktunya. Siapapun yang berbuat seperti itu niscaya menuai hasil yang indah pada waktunya. Bila anda ingin meraih sukses, maka penting sekali mengetahui pertanyaan yang tepat untuk masa depan. Tidak perlu bertanya, “Apakah saya punya kemampuan untuk sukses?” karena jawabanya sudah pasti ya. Pertanyaan yang harus dikemukakan adalah, “Apakah saya mau membayar harga untuk bisa meraih sukses yang saya idam-idamkan?” Membayar harga di sini artinya, “mengisi waktu.”

error: Content is protected !!