Ikuti Pola Hidup Sehat

Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja. 3 Yohanes 1:2.

Langkah kedelapan: Ikuti Pola Hidup Sehat.

Renungan Harian – Ada sebutan populer di kalangan masyarakat walaupun sering dilupakan dan diabaikan, dengan mengatakan seperti berikut: “Jika harta hilang tidak ada yang hilang, jika pendidikan hilang ada sesuatu yang hilang, jika kesehatan hilang segalanya hilang.”

Demikian kira-kira terjemahan bebasnya karena dalam bahasa originalnya ditulis seperti ini, “Lose wealth nothing is lost, Lose education something is lost, Lose health everything is lost.

Berdasarkan kenyataan hidup semua orang pasti mengakui bahwa sebutan ini benar. Jika seseorang kehilangan harta, itu tentu dapat dicari asalkan fisik masih tetap sehat. Demikian juga pendidikan memang terasa ada sesuatu yang hilang jika mengalami kegagalan dalam bidang ini, namun itupun dapat dikejar, yang penting tubuh tetap sehat. Jangan lupa dengan istilah “long life education-pendidikan seumur hidup” yang artinya selagi masih hidup terus belajar asalkan sehat-sehat. Itulah sebabnya akhirnya dikatakan jika kesehatan hilang maka hilanglah segalanya.

Selama bertugas sebagai pelayan jemaat bertahun-tahun, saya banyak melihat kenyataan ini melalui pengalaman umat-umat Tuhan. Setiap mengunjungi orang sakit untuk mendoakan selalu mendengar kesaksian apalagi kalau si penderita banyak harta dengan mengatakan, “apa artinya kekayaan jika harus sakit-sakitan begini!” Dengan tenaga uang yang cukup tidak jarang mereka pergi berobat sampai ke luar negeri namun hasilnya sering juga nihil.

Ada hal yang sangat perlu diingat sehubungan dengan faktor kesehatan ini. Penyakit bukan berasal dari Tuhan dan bukan juga dari setan. Itu semata-mata dipengaruhi pola hidup kita. Kalaupun menyinggung soal setan, dia hanya menggoda kita agar melecehkan pola hidup sehat, namun kuncinya ada pada diri kita sendiri.

Dokter Shigeaki Hinohara yang pernah kita sebut dalam renungan sebelumnya, sekarang masih hidup segar bugar pada usia 105 tahun di Jepang mengatakan bahwa, kondisi fisik seseorang sehat atau sakit tergantung kepada pola hidupnya. Mungkin kita ambil saja salah satu contoh pernyataan firman Tuhan yang sering disepelekan namun pengaruhnya penting sekali untuk kesehatan.

Berbahagialah engkau tanah, kalau rajamu seorang yang berasal dari kaum pemuka, dan pemimpin-pemimpinmu makan pada waktunya dalam keperkasaan dan bukan dalam kemabukan! Pengkhotbah 10:17.

Mengapa Alkitab menyebut berbahagia rakyat jika pemimpinnya makan pada waktunya? Jawabnya sederhana saja, pemimpin yang makan pada waktunya akan sehat dan akan menjalankan roda pemerintahan yang sehat. Bukankah terlihat suatu penomena sekarang ini, bahwa soal-soal jam makan bukan lagi menjadi perhatian kebanyakan orang. Lihat saja buktinya ketika petang hari bermunculanlah tempat makan jalanan tambahan dari restoran-restoran gedongan yang dipenuhi para konsumen kadang sampai larut malam. Pencernaan yang seharusnya  istirahat tapi dibebani lagi dengan makanan berat hanya demi selera. Pernah seorang dokter akhli penyakit dalam mengatakan, ada orang yang hidup sekarang ini masih berumur 30 tahun namun ususnya sudah seusia 50 tahun. Semua akibat pola hidup. Mensana in corpore sano-Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa dan pikiran yang sehat.

error: Content is protected !!