Ikuti Menu Sehat Buatan Allah

Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu…      dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu. Kejadian 1:29; 3:18.

Renungan Harian – Inilah makanan sehat yang disediakan Allah dengan jaminan mutu Khalik Pencipta karena mengetahui kebutuhan makhluk ciptaan-Nya. Sejak manusia yang pertama Adam dan Hawa dijadikan, Tuhan menempatkan mereka di taman Eden, di sanalah Allah melengkapi lingkungan yang sempurna makanan yang cukup baik secara kwantitas maupun kwalitas. Selama menuruti petunjuk menu yang Allah susun mereka hidup sehat sampai sembilan ratusan tahun, seperti Adam misalnya mencapai usia sembilan ratus tiga puluh tahun. Metusalah cicitnya hidup selama sembilan ratus enam puluh sembilan tahun baru meninggal. Masih banyak yang lain yang dicatat di Kitab Kejadian fasal 5.

Adapun rincian menu makanan mereka sesuai dengan ketetapan Pencipta ialah, biji-bijian yakni jenis kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran. Apa yang ditetapkan Allah sesuai firman di atas adalah berdasarkan rancangan-Nya menyangkut kebutuhan organ-organ tubuh manusia yang Dia ciptakan. Sama seperti mesin misalnya, perancanglah yang  mengetahui kebutuhan racitannya. Itu sebabnya diterbitkan buku penuntun (directory) seperti telah kita uraikan pada renungan-renugnan terdahulu. Si pemakai yang berani coba-coba melawan ketentuan directory akan menanggung risiko yang sangat merugikan. Contohnya satu merek mobil yang ditetapkan berbahan bakar premium, lalu diisi dengan solar oleh pengguna, sudah dipastikan harus menjalani proses turun mesin, baru bisa jalan itupun tidak mungkin lagi sesempurna awal berhubung sudah ada yang terganggu.

Bukankah hal yang sama yang dialami manusia sejak dikuasai oleh hawa nafsu? Khalik pencipta telah menentukan kebutuhan ciptaanya agar tetap terpelihara sehat, namun digantikan dengan bahan-bahan lain sesuai kemauan atau selera. Terjadilah pergeseran directory  dari Alkitab kepada buku yang berlabel “menu hawa nafsu.” Dan itu tersusun berderet di meja-meja restoran. Inilah yang dicatat oleh pemazmur, “Mereka mencobai Allah dalam hati mereka dengan meminta makanan menuruti nafsu mereka.” Mazmur 78:18. Akibatnya terpaksa keluar masuk bengkel (rumah sakit) bahkan ada yang harus menjalani turun mesin di ruang bedah (operasi). Walaupun kemudian berujung penyesalan namun apa hendak dikata, penyesalan selalu datang terlambat. Hendaknya dipikir dahulu pendapatan sesal kemudian tiada guna, kata peribahasa.

Mari kita simak salah satu contoh sederhana yakni “merokok.” Jangankan Alkitab atau buku petunjuk kesehatan yang lain, dibungkus setiap rokok sudah tertera peringatan keras, “Merokok bisa mengakibatkan kanker, penyakit jantung, bla, bla, bla…merokok membunuhmu!” Saya belum berhasil mendapat informasi melalui search kira-kira berapa jumlah perokok di Indonesia saat ini. Katakanlah masih jutaan. Sudah barang tentu semua perokok membaca peringatan tersebut dimanapun mereka melakukan. Karena hampir di semua negara di dunia melakukan hal yang sama terhadap rokok.  Lalu apa yang mendorong mereka tetap melakukan kebiasaan yang telah diketahui merusak kesehatan. Sekiranya anda yang membaca renungan ini adalah seorang perokok tentu akan jujur menjawab, “tidak mampu menahan diri.” Berarti ujudnya tetap hawa nafsu selera. Hal yang sama berlaku untuk semua makanan dan minuman yang merusak kesehatan pisik, apabila anda dan saya tidak mampu menghindari.

Satu kali saya pernah ikut mengantarkan seorang ke rumah sakit jantung Harapan Kita yang tiba-tiba stroke. Begitu tiba di ruang UGD, sementara penanganan sedang dilakukan masih segar dalam ingatan saya hingga sekarang, pertanyaan dokter yang pertama, “apakah orang ini (maksudnya si penderita stroke) merokok?” Didorong rasa ingin tahu mengapa dokter menanyakan seperti itu yang pertama,  saya balik bertanya kepada salah seorang yang turut menangani ketika itu. Kemudian ia memberi penjelasan bahwa stroke yang dialami oleh para perokok lebih sulit ditolong. Saya yakin semua orang tahu ini termasuk mereka yang merokok. Masalahnya karena tidak yakin kepada petunjuk Tuhan yang menciptakan, lebih percaya menu buatan sendiri. Di sisi lain ada problema yang sukar diatasi yaitu hawa nafsu. Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan. Amsal 13:3.

error: Content is protected !!