Hitung Satu-Satu Berkatmu Yang Diberikan Tuhan Tiap Waktu

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Mazmur 90:12. 

Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHAN, Allahku, perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami. Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau! Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung. Mazmur 40:6.

Renungan Harian – Semua orang yang menyelidiki Alkitab dengan tekun, mengetahui bahwa buku Mazmur yang terdiri dari 150 (seratus lima puluh pasal) ditulis oleh 9 (sembilan) orang. Semua mereka mendapatkan Ilham yang didasari pengalaman, saat berjalan bersama dengan Allah sepanjang kehidupan masing-masing. Mengapa latar belakang ini perlu kita telusuri karena dua ayat yang kita angkat menjadi renungan kali ini ditulis oleh dua orang yang bereda baik di segi pengalaman maupun zaman. Mazmur 90 yang terdiri dari 17 ayat adalah rangkuman doa Musa, sedangkan Mazmur 40 sebanyak 18 ayat adalah permohonan-peermohonan Daud kepada Tuhan. Namun perhatikan korelasi keduanya yang sungguh memberikan dorongan semangat bagi semua manusia yang hidup di dunia, agar menyadari karunia Pencipta yang Maha Agung. Itulah yang menghidupi semua makhluk di bawah kolong langit ini.

Musa berdoa agar Tuhan mengajarnya untuk menghitung hari-hari kehidupan ini sedemikian, dan itulah jalan untuk memperoleh hati yang bijaksana. Apa yang dia doakan hendaknya juga menjadi kerinduan kita semua. Sebab jika tidak akan banyak kesan-kesan yang dapat menggangu ketenangan pikiran, dan disisi lain kita tidak dapat merasakan betapa besarnya pemberian Allah Yang Maha Kuasa kepada semua ciptaan-Nya. Itulah sebabnya ketika Daud melakukan hitung-hitungan akan perbuatan Allah yang ajaib yang dia nikmati, ternyata mendapati jumlah yang terlalu besar. Bukan saja hanya kepada abdi Allah tersebut secara khusus, namun hal yang sama diberikan Tuhan kepada semua makhluk ciptaan-Nya termasuk anda dan saya. Mengapa kadangkala umat manusia tidak menyadari akan hal itu, karena jarang atau sama sekali tidak pernah mengadakan perhitungan.

Mari kita simak contoh yang sederhana namun cukup menggugah hati bilamana direnungkan dalam-dalam. Proses photosynthesis yang telah dijadikan Allah di alam ini menghasilkan oksigen murni yang menghidupi semua makhluk termasuk manusia. Tidak ada kekuatan lain yang dapat menciptakanya bahkan pengetahun secanggih apapun tiada yang mampu menciptakan oksigen. Semua ilmuan mengetahui hal itu. Para astronaut yang menjelajahi angkasapun tetap harus membawa oksigen dari bumi agar dapat bertahan hidup. Atas dasar ini pernah seseorang membuat hitung-hitungan yang menakjubkan berdasarkan frekewensi pernafasan manusia sebagai berikut, Inilah frekwensi kecepatan pernapasan manusia normal setiap menit :

  1. Bayi baru lahir                     : 30-40 kali per menit
  2. Dua belas bulan                  : 30 kali per menit
  3. Dua sampai lima tahun      : 24 kali per menit
  4. Orang dewasa                      : 10-20 kali per menit

Coba semua kita membuat hitungan berapa banyak hutang seseorang kepada Tuhan, seandainya sekali bernapas harus membayar satu rupiah saja. Kita ambil sebagai sampel seorang anak yang berumur 12 bulan. Pada saat dia natinya mencapai usia 12 tahun harus membayar Rp. 189. 216. 000 (seratus delapan puluh sembilan juta duaratus enambelas ribu) hanya untuk oksigen yang dihirup. Belum termasuk unsur penting lain misalnya air dan makanan yang tumbuh dari tanah. Sangat fantastis bukan. Lebih mempesona lagi jika diingat bahwa manusia bisa hidup delapan puluh hari tanpa makan dan minum, tetapi paling lama bertahan hidup 5 menit tanpa bernapas. Pernahkan anda dan saya menghitung dan merenungkan hal ini. Jika tidak pernah, maka tidak heran pula jika kita meremehkan Tuhan dalam hidup sehari-hari. Di sisi lain jika ini selalu diolah dalam pemikiran yang jernih maka kita akan bersandar sepenuhnya kepada Allah tanpa ada rasa khawatir. Sedangkan unsur-unsur kebutuhan vital bagi kehidupan ini Tuhan sediakan dengan Cuma-Cuma.

Inilah makna ganda yang bisa kita nikmati dalam hidup ini jika selalu menghitung perbuatan-Nya yang ajaib dan kita harus berdoa untuk itu sama seperti Musa dan Daud.  Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Mazmur 90:12.

error: Content is protected !!