Hawa Nafsu Berahi Versi LGBT

Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka. Roma 1:27.

Renungan Harian – Mengamati keadaan zaman sekarang ini, agaknya tidak perlu lagi diungkapakan terlalu diteil penggenapan aspek hawa nafsu berahi yang telah merajalela. Hampir di setiap sudut kota dan desa perbuatan mesum telah menjadi soal biasa. Tidak lagi hanya di hotel-hotel, tempat penginapan, maupun kawasan wisata,  malahan antar sesama tetanggapun sudah tidak jarang terjadi perselingkuhan, seperti di apartemen yang hanya dipisahkan oleh tembok. Genaplah perkataan firman Tuhan yang menggambarkan kenyataan hidup manusia di akhir zaman.

Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. Filipi 3:19

Peri hal  “Tuhan mereka ialah perut mereka” akan kita singgung pada renungan berikut karena ini  berkaitan dengan aspek hawa nafsu rakus. Aib tidak lagi dirasakan sebagai sesuatu yang memalukan, malahan sudah seperti kebanggaan bahkan kemuliaan. Apa yang dituliskan firman Tuhan sungguh benar-benar digenapi. Ambil saja contoh LGBT yang kini sudah memasyarakat. Di beberapa negara ptaktek kehidupan ini sudah dilegalkan bahkan beberapa kepala negara melakukanya secara formal di depan rakyatnya. Namun di negara yang masih mengharamkan tetap didapati pergerakanya secara sembunyi sembunyi dengan jumlah pasangan yang tidak sedikit. Padahal jelas-jelas Alkitab melarang perbuatan seperti itu dan Tuhan mengatakan harus di hukum mati.

Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian. Imamat 18:22.

Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri. Imamat 20:13.

Alkitab berulang-ulang mengingatkan manusia terhadap penyimpangan yang aneh tersebut karena mengingat serangan Iblis yang akan mengarah ke sana, sama seperti apa yang dia lakukan di Sodom dan Gomora. Itulah yang menjadi puncak kejahatan Sodom sehingga Tuhan memusnahkannya dengan api. Cermati pernyataan tegas dari Kitab Suci mulai dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru bahwa perilaku LGBT (perkawinan sejenis) adalah kemesuman, kesesatan, kekejian dan pasti di hukum mati oleh Tuhan paling lambat di hari penghakiman. Inilah yang dinyatakan surat Filipi sebagai aib akan tetapi   sekelompok orang yang memeperhitungkannya menjadi kemuliaan.

Mungkin ada di antara pembaca yang bertanya, “mengapa pengukuhan pernikahan seperti itu ada yang diselenggarakan justru di rumah ibadah?” Pertanyaan ini tentu sangat menggelitik, seolah-olah sulit menemukan jawabnya. Namun ingat!!! Otoritas firman Allah harus di atas segalanya. Itu menjadi rel tempat berjalanya semua kenderaan kepercayaan kepada Yesus Kristus. Di luar itu semuanya palsu dan harus berhati-hati menempuhnya. Sedangkan Allen McConnell seorang hakim USA di Ohio, berani mengatakan dirinya tidak akan menikahkan pasangan sejenis karena keyakinan pribadinya bertentangan dengan pandangan tersebut. Dia tahu bahwa tindakan itu keliru, sekalipun harus mempertaruhkan jabatannya.  Kita mengakui sejak Amerika Serikat melegalkan pernikahan sejenis atau LGBT melalui mahkamah agung, menimbulkan pro kontra di kalangan masyarakat  termasuk di Indonesia. Dukungan datang dari para artis dan berbagai tokoh cendekiawan, artis penyanyi terkenal Sherina Munaf misalnya, yang memberikan dukungannya dan merasa bangga terhadap pengesahan pernikahan sejenis tersebut dan justru berharap suatu saat bisa diterapkan di seluruh dunia termasuk di Indonesia (sumber: Republika online, 29 Juni 2015 10:49 WIB).

Apapun alsannya, entah dunia ini akan mengalami krisis moral hingga jungkir balik sesuai rencana Setan, namun firman Tuhan kekal selama-lamanya. Dan akan berhasil menuntun setiap penganutnya menuju hidup bahagia. Mereka yang semata-mata hanya mengedepankan demokrasi dan hak azasi manusia, lambat atau cepat pada giliranya akan menuai kehancuran.

error: Content is protected !!