Hasil Kerja Keras

Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. II Tesalonika 3:10,11.

Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya. II Timotius 2:6.

Untuk memaknai ayat renungan harian kali ini, harus dikaji dengan pikiran jernih, agar benar-benar menyejukkan jiwa. Kalau tidak demikian bisa meninggalkan kesan adanya unsur kejam dalam firman Tuhan. Sering orang hanya terfokus pada peringatan, “Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah  ia makan.” Seolah-olah seperti keras kedengaranya bukan! Namun ayat ini akan memberikan semangat kerja kalau ditelusuri latar belakangnya. Ketika Rasul Paulus dalam perjalanan missionaris ke Tesalonika, disana dia  menjumpai adanya orang-orang yang menjadi pengganggu masyarakat karena tidak mau bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. Rasul dengan segudang pengalaman segi pelayanan masyarakat melihat perlunya teguran keras kepada orang-orang seperti itu dengan tujuan membawa mereka kepada pertobatan. Sebab jika tidak, akan berkelanjutan kondisi yang meresahkan, dengan adanya gangguan-gangguan dari mereka yang senang menganggur.

Kemudian sisi lain yang perlu dipahami oleh pengikut Tuhan bahwa pekerjaan adalah bagian dari ciptaan Khalik sejak dunia ini dijadikan. Ketika nenek moyang kita Adam dan Hawa sebagai manusia pertama ciptaan Tuhan merekapun diberikan pekerjaan. TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Kejadian 2:15. Dengan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pekerjaan adalah berkat karunia Tuhan sejak dunia ini diciptakan khususnya kepada manusia sebagai makluk tertinggi secara alami. Itulah sebabnya sepanjang sejarah kehidupan manusia di dunia ini, walaupun bervaiasi sesuai dengan perkembangan zaman, pekerjaan tetap menjadi dambaan. Apalagi setelah kejatuhan kedalam dosa, semakin hari semakin terasa beban kehidupan manusia berkaitan dengan jenis pekerjaan seseorang.

Namun suatu hal  yang dapat dipastikan dan ini fakta, siapa yang mau bekerja dengan benar sesuai dengan profesi masing-masing apalagi ditopang dengan kejujuran akan menikmati kelimpahan. Itulah sebabnya Firman Tuhan memberikan banyak nasihat maupun arahan tentang pekerjaan, mari kita lihat beberapa di antaranya.

Tetapi tidak usahlah mengadakan perhitungan dengan mereka mengenai uang yang diberikan ke tangan mereka, sebab mereka bekerja dengan jujur.” II Raja-Raja 22:7.

Lebih baik menjadi orang kecil, tetapi bekerja untuk diri sendiri, dari pada berlagak orang besar, tetapi kekurangan makan. Amsal 12:9.

Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja. Amsal 21:25.

Hampir semua aspek penting mengenai pekerjaan diatur dalam Alkitab, namun ketiga pokok dalam ayat-ayat ini sudah cukup untuk menjadikan seseorang menjadi pekerja yang handal dan berhasil, yaitu kejujuran, motif yang sejati dan menghindari kemalasan. Jika Firman Tuhan memberi jaminan jangan pernah ragu menerapkannya. Apapun profesi anda, pekerjaan apapun yang anda tekuni, jalankan sesuai aspek Alkitab niscaya hasilnya akan gemilang. Pada renungan berikut kita akan melihat kenyataan ini melalui pengalaman orang-orang seperti yang amat spektakular seorang pedagang asongan menjadi Presiden Korea Selatan dan anak perempuan sundal menjadi pemimpin terkemuka.  Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” Markus 9:23.

error: Content is protected !!