Gambaran Yang Mengubahkan

Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. II Korintus 3:18.

Renungan Harian – Di bagian pendahuluan bukunya yang berjudul, Creative Techniques for Christian Writers, Norman Youngberg menceritakan satu perkemahan seni yang diikutinya, disponsori oleh gereja satu minggu penuh. Salah seorang peserta adalah mahasiswa luar negeri bernama Franz. Orang muda yang berbakat ini dapat bermain gitar, juga seorang pelukis yang baik, dan seorang berbakat bermain drama. Tetapi pada hari kedua perkemahan, nyanyian-nyanyian dan permainan leluconnya sangat memuakkan sebagian anggota staf perkemahan, dan mereka hampir saja menyerah, tidak dapat berbuat apa-apa dengan Franz.

Akan tetapi salah seorang anggota staf perkemahan, yang juga seorang pendeta muda dari Connecticut, melihat kemungkinan-kemungkinan dalam diri Franz dan mencari jalan dengan caranya sendiri untuk melindungi dia. Dia duduk bersama Franz waktu istirahat makan siang dan menarik perhatiannya untuk memperbincangkan tentang seni. Menjelang akhir minggu, pendeta itu yang juga seorang pelukis yang handal, mulai membuat skets potret Franz. Setiap orang yang melihat lukisan itu merasa kagum karena mirip dengan orang muda itu. Kemudian sementara pendeta menyelesaikan lukisan itu, dengan cekatan ia mengubahkanya mirip seperti wajah Kristus dalam keindahan-Nya. Kemudian ia mengukir kalimat di bawahnya dengan kata-kata, “Inilah gambar Franz yang kelihatan duapuluh tahun kemudian dari sekarang, jika…”

Suatu pemandangan yang mengejutkan di mata Franz waktu membaca kata-kata itu. Franz tidak mengucapkan sepatah katapun, tetapi perubahan yang dramatis terjadi dalam tingkah lakunya selama akhir pekan perkemahan. Sikapnya menunjukkan bahwa benih yang ditanamkan oleh pendeta itu telah bertumbuh dalam dirinya. Dengan satu pengharapan akan berakar dan menghasilkan perubahan dalam hidupnya.

Kelihatanya kejadian ini aneh, akan tetapi memang demikianlah kenyataannya, bahwa manusia cenderung berbuat sesuatu sesuai dengan gambar yang mereka cita-citakan. Inipun perlu bagi kita yang memiliki visi ke depan terlebih bagi anak-anak kita yang masih dalam terpaan menyongsong hari depan mereka yang penuh harapan. Bilamana kita memegang di hadapan mereka sebuah gambaran menjadi apa mereka kelak di kemudian hari, mereka cenderung menghidupkan seperti apa yang kita harapkan. Percobaan (experimen) yang dilakukan para akhli ilmu jiwa menunjukkan bahwa orang-orang yang merasa sebagai bawahan dapat diubah menjadi mental pemimpin bilamana mereka diperlakukan seperti pemimpin. Namun anehnya kebalikanyapun dapat terjadi. Misalnya salah satu contoh, jika seorang anak dibesarkan dengan olokan atau ejekan selalu, maka dia akan bertumbuh menjadi pemalu.

Saya mengenal seorang janda yang berhasil dengan sukses membesarkan dua putranya. Statusnyapun  menjadi janda bukan karena suami meninggal tetapi pergi meninggalkan mereka menjadi seorang pemabuk jalanan. Mereka tinggal bersama tetangga yang penuh kejahatan dan lingkungan itulah yang menyeret suaminya menjadi brandalan. Ketika saya bertanya apa rahasia keberhasilannya sebagai “single parent” mengasuh anaknya, ibu yang rohani itu menerangkan bahwa ia tidak pernah merendahkan suami di depan anak-anaknya. Selalu dia tinggikan suaminya sebagai seorang ayah yang ideal walaupun dia merasa bersalah berbuat demikian. Namun demi menghindari rasa minder anak-anaknya yang sedang bertumbuh terpaksa dia melakukannya. Nyatanya dia berhasil.

Hari ini ada kesempatan bagi anda dan saya menolong mereka yang kita temukan sedang berupaya mengadakan perubahan ke arah yang lebih baik. Mari kita menggunakan imajinasi dengan menggambarkan wajah dan kuasa Kristus yang ada dalam diri kita, untuk membawa orang-orang tersebut kepada apa yang mereka harapkan. Karena sementara kita telah mengalaminya, biarlah orang lain turut menyaksikan gambaran Juruselamat yang mengubahkan.

error: Content is protected !!