Doa Yesus Untuk Persatuan

Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu. Yohanes 17:8,9.

Sengaja secara berkesinambungan melalui renungan harian ini, kita mengangkat Firman Tuhan yang berkaitan dengan keutuhan korelasi antara Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Penerimaan akan korelasi ini scara singkron, tentunya akan memungkinkan setiap pengikut Kristus dipersatukan dalam iman dan pengharapan yang sama sebagaimana doa Yesus. Jangan pernah lupa bagaimana Yesus berulang-ulang mengingatkan itu kepada setiap orang yang mau mengikut Dia.

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yohanes 14:6.

Dengan demikian, jalan menuju kepada Bapa hanyalah satu yakni Yesus, dan Dia sendiri yang memproklamasikan. Tentu ada satu pemikiran yang pasti di sini. Dari sisi garis komando secara management tidak mungkin seorang atau kelompok owner perusahaan menerbitkan dua peraturan yang saling berbeda. Sudah barang tentu hal itu akan membingungkan para kariyawan dan akan mengacaukan mekanisme. Apalagi Yesus Yang Maha Kasih sumber kesejukan jiwa, tentu tidak mungkin melakukan hal demikian.

Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. Yohanes 10:16.  Agar mencapai tujuan menjadikan “satu kawanan” sudah barang tentu buku penuntunnyapun harus satu dan seirama.

Rasul Yohanes yang kekasih, yang amat memaknai kasih kemurahan Yesus, tertarik sekali mencatat dan kemudian mengedepankan nasihat-nasihat Sang Gurunya akan pentingnya persatuan. Inipun dianut oleh setiap kelompok organisasi kecil atau besar, formal atau non formal terlebih dalam wawasan yang lebih luas yaitu kenegaraan. Bersatu kita teguh, bercerai kita rubuh, kata pepatah kuno namun tetap keren sepanjang masa. Itulah sebabnya ketika Yesus akan naik ke Sorga meninggalkan murid-murid, juga para pengikutnya yang semakin bertambah banyak, apalagi mengetahui tantangan yang begitu berat mengancam mereka, Yesus setulus-Nya berdoa kepada Bapa. Yohanes lah satu-satunya dari empat penulis injil yang mencatat doa itu secara lengkap dalam satu fasal bukunya, yakni Yohanes 17. Kita harus ulang-ulangi membacanya setiap hari seraya merenungkan dengan seksama. Namun kita kutip beberapa ayat, demikian Firman Tuhan,

Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.  Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Yohanes 17:15,20,21.

Salah satu metode yang paling ampuh menjadikan dunia percaya kepada Yesus ialah, bilamana para pengikut-Nya bersatu. Ini pasti karena Yesus yang berfirman. Bersatulah hai anak cucu Abraham!

error: Content is protected !!