Cukupkan Dirimu Dengan Gajimu

Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: “Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?” Jawab Yohanes kepada mereka: “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.” Lukas 3:14.

Agar tidak menjadi mata rantai yang terputus karena lupa, kembali lihat sejenak kiat-kiat sukses yang membawa bahagia berdasarkan firman Tuhan yang telah disajikan melalui renungan harian ini,

  • Pertama: Bergembiralah dalam pekerjaanmu.
  • Kedua: Optimalkan semangat kerja.
  • Ketiga: Lakukan the second mile (mil kedua). Sekarang kita akan melihat langkah berikut yakni,
  • Keempat: Cukupkan dirimu dengan gajimu.

Ayat renungan hari ini secara spesifik menyebut gaji. Lukas mencatatnya langsung ketika Yohanes sedang menghadapi beberapa pertanyaan dari para prajurit Roma, setelah dia selesai berkhotbah  kepada mereka saat itu. Makanya  Yohanes menyebut gaji karena orang-orang yang sedang dia hadapi mendapatkan imbalan seperti itu setiap bulan. Akan tetapi Alkitab sebagai sumber inspirasi yang sempurna selalu memberikan arahan dengan lengkap agar tidak ada orang yang merasa kehilangan petunjuk. Mengapa kita sebut demikian karena banyak orang dalam perjuangan hidup ini memiliki mata pencaharian yang berbeda-beda, dengan jenis pendapatan yang berbeda pula baik itu jumlah maupun jenisnya.

Agar  mecakup keseluruhanlah maka  firman Tuhan menyatakan seperti berikut, “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”  Ibrani 13:5.

Langkah keempat di sini sama seperti tiga langkah sebelumnya, tetap menjadi tonggak pilar penopang kesuksesan yang patut diperhatikan khususnya di era ekonomi global sekarang. Sistem transaksi dengan sarana perkreditan memang menguntungkan di satu sisi, tetapi bisa menjadi bumerang jika tidak matang diperhitungkan. Nasihat Firman Tuhan ini memang sangat kontemporer. Jika tidak mampu mencukupkan diri dengan gaji atau dengan apa yang ada, inilah yang mendorong seseorang untuk merampas, memeras, atau korupsi istilah yang lazim sekarang ini. Padahal semua pasti menyadari bahwa tindak-tindak kejahatan tersebut pasti  mengakibatkan keresahan dalam diri pelaku bahkan keluarga.

Perhatikan selanjutnya bagaimana Alkitab mengungkapkan pola hidup yang sebenarnya sehubungan dengan pengaturan antara pemasukan dan pengeluaran baik perorangan maupun kelompok.

Seperti ada tertulis: “Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang  mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan.” 2 Korintus 8:15. Inilah nasihat Allah yang amat elegan dan tidak diragukan lagi kebenaranya. Saya berani bersaksi melalui renungan ini bahwa pernyataan ini saya nikmati selama menjalani hidup ini.

Warren Edward Buffett pemilik perusahaan Berkshire Hathaway Inc. yang bergerak di bidang dunia investor dan pernah menjadi orang terkaya di dunia, ketika menyatakan tips kesuksesan dia menegaskan bahwa di perusahaan yang dia pimpin hanya ada dua peraturan. Pertama, jangan pernah ambil uang nasabah walau sesenpun. Kedua, jangan lupa peraturan pertama. Semua orang tahu kiat ini karena sering di publikasikan di media sosial sampai sekarang. Tidak heran orang kaya yang mengawali hidupnya dengan jualan koran ini, berhasil ke puncak sukses, pernah menjadi orang terkaya di dunia.  Selalulah konsisten untuk mencukupkan diri dangan apa yang ada, wariskan itu kepada keluarga.

error: Content is protected !!