Cobaan Membawa Bahagia

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. 1 Korintus 10:13

Penejuk Jiwa – Di sela-sela kesibukan petinggi pemerintahan mengurusi republik ini menyangkut pergolakan politik dan perekonomian sekarang, menyusul pula persoalan lain yang tidak kalah bobotnya memeras otak untuk mengatasinya, yaitu bencana alam. Curah hujan yang berlebihan mengakibatkan banjir, gempa bumi, letusan gunung berapi dan lain-lain, terjadi secara beruntun sampai menelan korban jiwa dan materi yang cukup besar. Menurut perkiraan para pengamat terkait, ratusan milyard kerugian yang diderita para korban termasuk negara akibat rusaknya sarana-sarana infrastruktur. Bukan hanya di Indonesia tetapi dimana-mana terjagi hal yang sama seperti kita saksikan melalui liputan media-media sosial.

Bagi kita umat Kristiani yang setia membaca Alkitab dan mempelajari Nubuatan, telah mengetahui bahwa peristiwa-pristiwa itu akan semakin mengancam ke depan berhubung kiamat dunia yang sudah dekat melalui kedatangan Yesus kedua kali ke dunia ini. Yesus sendiri yang mengamarkan itu kepada umat-Nya, demikian firman menyatakan,

“Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.” Lukas 21:25-28

Sebelumnya nabi Daniel telah lebih dulu menubuatkan seperti ini, “Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu.” Daniel 12:1

Jika mau dirinci tanda-tanda yang akan terjadi menjelang penutupan sejarah dunia ini berdasarkan pernyataan kedua kitab Daniel dan Lukas, maka pembagiannya adalah sebagai berikut,

  1. Bencana alam dengan segala jenisnya sepeti tsunami, banjir bandang, gempa bumi, letusan gunung berapi dan lain-lain.
  2. Kesesakan yang besar seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya. Inilah beragam tindak kejahatan manusia sebagai dampak dari kemerosotan ahlak maupun kebejatan moral di akhir zaman.

Kedua rentetan nubuatan tersebut kelihatannya mulai digenapi secara sporadis. Alkitab dengan jelas mengungkapkan bahwa keadaan tidak akan semakin membaik dari masa ke masa. Mata dan telinga kita sedang melihat dan mendengar penggenapannya di mana-mana. Agar menghindari hati anda dan saya dari rasa tergelitik, dan kerohanian kita tidak merasa terganggu, maka perlu disadari bahwa firman Tuhan hanya mengamarkan dan bukan Allah yang merekayasa. Tujuan-Nya tidak lain agar pengikut Tuhan mempersiapkan diri dengan keteguhan iman. Karena bagaimanapun juga situasi dan kondisi itu merupakan serentetan pencobaan yang sedang menghadang di depan. Tidak tertutup kemungkinan bisa menerpa kehidupan orang-orang yang setia kepada-Nya. Ingat janji Tuhan melalui ayat renungan hari ini. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.

Berarti, ketika Allah mengizinkan pencobaan itu menerpa hidup kita, tujuan satu-satunya adalah untuk mendorong kita semakin berpegang teguh pada-Nya.

Ketika saya masih remaja pernah menyaksikan satu pengalaman yang menarik di kampung halaman yang belum terdaftar di peta samapai sekarang. Mengapa pengalaman tersebut saya katakan menarik karena ada hubungannya  dengan renungan kali ini. Satu kali seekor monyet kesasar masuk kampung. Spontan orang yang melihat langsung memburu bahkan yang lain berdatangan untuk mengepung. Merasa dirinya dalam keadaan darurat, di tengah pengepungan monyet langsung memanjat ke satu pohon pinang yang tinggi.

Tidak seorang pun dari antara penduduk kampung yang berani memanjat pohon pinang yang satu itu, karena tingginya. Saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri ketika itu, beberapa orang yang bertubuh kekar berusaha menggoyang pohon pinang tersebut, berharap dengan demikian monyet yang sedang berada di atas terjatuh. Apa yang terjadi? Semakin mereka menggoncang dengan sekuat tenaga, semakin erat pula pelukan monyet ke pucuk pohon pinang di atas. Sampai akhirnya mereka terengah-engah namun monyet tidak terjatuh. Malahan kelihatan dia nyaman di atas dengan pelukan yang semakin ketat.

Demikian halnya dengan pencobaan yang Tuhan izinkan menggoncang jiwa kita. Dia rindu agar di saat goncangan itu kita semakin berpegang teguh sampai pada gilirannya anda dan saya aman di lengan-Nya. Bukankah disaat gelombang melingkupi jiwa mendorong kita berlari kepadanya melalui doa dan penyerahan yang sungguh. Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. Yakobus 1:12 

 

error: Content is protected !!