Buku Ajaib Yang Kekal

“Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.” Yesaya 40:8.

“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: “Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.” Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. Matius 5:17-19.

Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.Matius 24:35.

Renungan Harian – Salah satu alasan yang sering dilontarkan khususnya di celah-celah perbedaan umat Kristiani sekarang ini ialah bahwa Alkitab Perjanian Lama tidak berlaku lagi. Sekalipun tidak diketahui dari mana sumber opini tersebut namun cukup banyak juga yang mempercayai. Padahal di seluruh Firman Tuhan mulai dari Kitab Kejadian sampai Wahyu tidak ada satu ayat pun yang menyatakan demikian. Malahan contoh-contoh ayat di atas adalah beberapa dari sekian banyak firman, baik itu dari Allah sendiri, maupun Yesus Kristus temasuk para rasul yang mengamarkan kekekalan dan keutuhan Firman Tuhan.

Allah bukan hanya menyatakan melalui Firman, akan tetapi dengan kuasa-Nya yang ajaib selalu menjaga dan memelihara Firman-Nya hingga kekekalan. Mari kita telusuri melalui perjalanan sejarah akan adanya kuasa-kuasa kegelapan yang berusaha memusnahkan Alkitab bersama orang Kristen penganut-Nya. Saya yakin semua kita mengenal melalui sejarah seorang raja bernama Diokletian yang memerintah mulai tahun 303 TM di Kerajaan Roma. Dialah yang mengerahkan seluruh kekayaan negara dan kuasa kerajaan untuk menentang Alkitab. Gereja Kristen dilarang.

Semua tempat beribadah umat kristiani dihancurkan, harta benda mereka disita dan Alkitab dibakar. Satu usaha yang sistematis dia lancarkan untuk membumihanguskan Alkitab. Setelah merasa behasil, Diokletian membuat sebuah medali untuk memastikan kehancuran total Alkitab dan kemudian mendirikan satu tugu kemenangan dengan tulisan angkuh di atasnya, “EXTINCO NOMINE CHRISTIANORUM yang artinya NAMA KRISTEN SUDAH LENYAP.”

Usaha pemusnahan umat Kristen dan Alkitab tidak berhenti sampai di situ. Menyusul kemudian nama-nama seperti  Voltaire dari Perancis, Thomas Paine dari Inggris, bahkan munculnya Ateisme, Nazi Jerman semuanya bergerak habis-habisan mengubur Alkitab dan membinasakan umat Kristen. Adolf Hitler ditengah-tengah keberingasanya menyiksa orang Kristen sempat berkata di hadapan rakyatnya, “…apakah kalian percaya rakyat akan mau lagi menjadi orang Kristen? Omong kosong! Tidak akan pernah lagi. Dongeng seperti itu sudah berakhir. Tidak akan ada lagi manusia yang ingin mendengar cerita itu.”

Demikian tokoh nazi itu berucap dengan angkuhnya sembari mengancam tentunya. Kemudian ditahun 1950 an bergerak pula Komunisme Internasional yang sangat militan dan ateistik menjadi musuh berat Alkitab. Dipelopori oleh Vladimir Lenin, Lounatcharki, dari Uni Soviet. Faham ini bukan saja memusuhi orang Kristen, tetapi berusaha membinasakan segala jenis agama yang percaya kepada Tuhan. Falsafah komunisme yang selalu dihembuskan ialah, “Kita membenci orang Kristen.  Kasih kristiani itu menghalangi jalanya revolusi. Ganyanglah kasih kepada sesama. Semua agama adalah racun. Tugas kita ialah membinaskan segala agama, dan segala jenis ajaran moral. Perang terhadap agama harus diumumkan.” Begitu memuakkan tujuan komunisme, dan jika mau dibandingkan, melebihi dari kebejatan  binatang. Bersambung!

error: Content is protected !!