Buah-Buah Dari Pikiran

Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia. Amsal 23:7.
For as he thinketh in his heart, so is he. Proverbs 23:7 (KJV).

Sebagaimana telah kita gubris sedikit melalui renungan harian kemarin, adalah lebih baik jika membaca Alkitab dengan membandingkan berbagai terjemahan supaya mendapatkan hasil yang cukup jelas. Bukan berarti dengan banyaknya terjemahan maupun versi Alkitab lantas ada yang berbeda pengertian apalagi prinsipnya. Sama sekali tidak! Hanya saja jika berbicara tentang penerjemahan ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan namun tidak mengurangi pengertian para pembaca akan hasil terjemahan tersebut.

Misalnya kita ambil satu contoh di Indonesia. Bahasa Indonesia pasti agak berbeda di masing masing daerah karena biar bagaimanapun ada pengaruh dari dialek masing-masing, namun satu sama lain pasti saling mengerti. Itu sebabnya pada saat bercakap-cakap dengan seseorang yang baru pertama kali bertemu, bisa ditebak dari daerah mana lawan bicara kita berasal akan tetapi semua perihal yang dibicarakan pasti saling mengerti.

Demikianlah halnya dengan Firman Tuhan, mengapa perlu membandingkan terjemahan seperti ayat yang kita kutip di atas dalam dua bahasa, karena penerjemah kadang kala bisa dipengaruhi oleh dialek daerah asalnya tetapi tidak akan merubah arti. Mudah-mudahan para pembaca yang budiman dan rohaniawan dapat memedomaninya di saat mendalami Alkitab setiap hari.

Apa yang dipikir-pikirkan orang dalam hatinya demikianlah dia. Inilah teks renungan hari ini. Jika seseorang melakukan perbuatan seperti mencuri, selingkuh, dan perilaku kejahatan lain, pada umumnya itu telah dipikir-pikirkan lebih dulu. Demikian juga dengan sikap-sikap kebaikan adalah buah-buah dari pikiran. Itulah sebabnya bilamana kadang-kadang bahkan sering muncul hal yang tidak baik dalam pikiran, segera alihkan kepada yang baik agar nantinya mewujudkan perbuatan-perebuatan baik pula.

Programer komputer memiliki akronim yang sangat terkenal, yaitu GIGO: Garbage in, Garbage out. Artinya, Sampah masuk, sampah juga keluar. Hal ini bukan hanya untuk komputer, tapi juga berlaku untuk pikiran. Adapun substansi yang amat menentukan input ke dalam pikiran ialah, yang dilihat, yang didengar, yang dibaca, yang dibicarakan dan juga apa yang dimakan. Apabila kebiasaan kita suka menyaksikan hal-hal yang indah maka yang keluar dari pikiran kitapun adalah juga keindahan. Pada saat anak-anak terbiasa menyaksikan tontonan yang berwarna kekerasan atau perkelahian hal itulah yang mengisi pikiranya, kelak akan menghasilkan tindakan yang sama. Menurut penelitian, kecanduan untuk menikmati pornografi apakah dalam bentuk video atau bacaan, ternyata merusak otak yang dapat melumpuhkan pertimbangan.

Kembali ke Firman Tuhan yang menasehatkan, “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”  Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu. Filipi 4:8,9.

error: Content is protected !!