Berpikir Positif Menyehatkan Dan Panjang Umur (Bagian 2)

Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk. Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN.” Yosua 14:10-11.

Penyejuk Jiwa – Inilah lanjutan sejarah kitab suci, dimana bangsa Israel telah memasuki tanah perjanjian dengan aman. Tentu  giliran yang berikut adalah membagi wilayah menurut suku dan keluarga masing-masing. Inipun merupakan pekerjaan yang tidak mudah terlebih di hadapan masyarakat yang telah dihantui ketamakan.Tampuk kepemimpinan saat itu berada di tangan Yosua, menggantikan Musa yang telah meninggal di perjalanan. Perhatikan dengan seksama ayat renungan hari ini. Kita dapat bayangkan saat-saat seperti itu membuat mereka deg-degan, mengingat pembagian kapling-kapling dilakukan dengan sistem undi. Ketepatan pula saat itu bersaamaan dengan hari ulang tahun Kaleb yang ke delapan puluh lima. Abdi Allah yang berusia lanjut itu, bisa melihat bahwa salah satu yang membebani bangsa itu dengan rasa dag dig dug, jangan-jangan kebagian pegunungan Hebron. Karena di sanalah orang-orang Enak, keturunan raksasa yang dipermasalahkan oleh sepuluh pengintai yang lalu, yang mati ditelan tulah. Dan sampai saat itu orang-orang Enak tersebut masih berada di sana. Maka, seolah-olah seperti memberikan kata sambutan pada syukuran hari ulang tahun-nya, Kaleb berdiri dengan gagah berani di hadapan Yosua dan seluruh bangsa itu, menyampaikan kesan dan pesan yang optimis. Itulah ayat renungan di atas.

Yang membuat bangsa itu merasa terpukul dan tertunduk malu, ketika Kaleb mengungkapkan dengan setulus hati, “Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa [saat mengintai]; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk. Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan [Hebron], yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN.”

Coba anda rasakan jika perkataan seperti itu diucapkan oleh seorang yang telah berumur delapan puluh lima tahun dihadapan oang-orang yang masih berusia empat puluh tahun ke bawah kecuali Yosua. Dengan nada suara yang tidak gentar, Kaleb jelas-jelas meminta Hebron dan orang Enak yang mendiaminya akan dia halau. Saya yakin ketika itu, seluruh perhimpunan menjadi hening menyaksikan iman yang membaja dari seorang yang paling tua di antara mereka, namun memiliki semangat muda. Apa yang telah dibiasakan dari sejak masa muda yakni selalu  berpikir positif, menjadikan physik Kaleb dan Yosua sehat-sehat hingga usia lanjut.

Akhirnya Yosua berdiri dan mengadakan penyerahan simbolis kepada Kaleb, demikian Firman Tuhan mengatakan, “Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan diberikannyalah Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya. Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati. Nama Hebron dahulu ialah Kiryat-Arba; Arba ialah orang yang paling besar di antara orang Enak. Dan amanlah negeri itu, berhenti berperang. Bilangan 14:13-15.

Alur dari kisah kehidupan Kaleb dan Yosua, lagi-lagi mengungkap rahasia hidup otimis hanya oleh mengikut Tuhan dengan sepenuh hati. Itu adalah buah pemikiran yang selalu positif, dan menjadi kunci sukses mengatasi segala pergumulan hidup. Dari sejak pengintaian dalam usia muda, Kaleb tidak memperhitungkan postur tubuh orang Enak yang tinggi besar bagai raksasa itu, menjadi penghalang. Dia menganggap itu sebagai ujud dari kesuburan tanah Hebron dengan hasil yang berkelimpahan. Kaleb yakin bahwa kondisi yang sama akan dia nikmati bersama keturunannya kelak, apabila telah menguasai dan mengolah tanah itu. Nyatanya setelah menghalau seluruh keturunan Enak dari pegunungan Hebron, Alkitab katakan, “Dan amanlah negeri itu, berhenti berperang.”  Mari kita petik pesan moral, dari pengalaman kedua abdi Allah ini. Rumusnya tetap sama, karena firman-Nya yang menyatakan selanjutnya, “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” Kisah Para Rasul 13:8. Jika mereka yang terdahulu telah mengecap pengalaman optimis bersama Yesus, kitapun apat menikmati hal yang sama, asalkan tetap mengikuti Allah dengan sepenuh hati.

error: Content is protected !!