Berpikir Positif Atau Berpikir Negatif

For as he thinketh in his heart, so is he: Eat and drink, saith he to thee; but his heart is not with thee. Proverbs 23:7.
Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia. “Silakan makan dan minum,” katanya kepadamu, tetapi ia tidak tulus hati terhadapmu. Amsal 23:7.

Renungan Harian – Tentu masih segar dalam ingatan kita pada renungan kemarin, bagaimana pengalaman Johny dan Tommy menunjukkan, berhasil tidaknya seseorang tergantung pada pola pikir masing-masing. Inilah yang disebutkan dengan “visi” (vision) dalam ilmu management. Konsep ini sangat penting dimiliki oleh orang-orang khususnya generasi muda yang sedang berdiri dipersimpangan jalan kehidupan. Untuk menentukan kearah mana anda melangkah dalam artian menggapai masa depan perlu visi. Ini harus ditopang oleh pola pikir. Jika anda selalu berpikir positif kesuksesan sedang menunggumu, dan jika selalu berpikir negatif percayalah anda akan gagal. Ada istilah lain yang sering digunakan untuk kedua karakteristik ini yakni optimis dan pesimis. Kedua sikap ini merupakan tonggak pilar yang menentukan,  apakah kita tetap berdiri dengan kokoh dan berhasil, atau hancur berantakan mengalami kegagalan.

Pada suatu hari seorang pria berpakaian lusuh menemui motivator terkenal Napoleon Hill. Sebelumnya pria lusuh tersebut adalah seorang pengusaha restoran yang berhasil, tetapi kemudian usahanya bangkrut. Pria itu sangat membutuhkan pertolongan Hill. Dengan tidak banyak berbicara, Napoleon Hill menatap pria itu dan kemudian memintanya untuk berdiri di depan sebuah tirai. Hill hanya mengatakan, “Sebentar lagi, saya akan memperkenalkanmu kepada satu-satunya orang di dunia yang mampu menolongmu bangkit dari keputusasaan.”

Pria itu tentu menunggu dengan hati berdebar-debar, sementara Hill mulai menarik tali yang mengangkat tirai. Kelihatanlah sebuah cermin setinggi pria itu dan ia dapat melihat dirinya di dalam cermin itu. Si pria lalu memandang cermin itu selama beberapa menit sambil membisu dan kemudian berbalik meninggalkan Hill dengan ucapan terima kasih.

Sesuatu yang menakjubkan terjadi. Beberapa bulan kemudian pria itu datang lagi, namun keadaannya sudah jauh berbeda, baik dari wajah maupun penampilan. Rasa percaya dirinya telah bangkit, mengejar visi secara optimis, selalu berpikir positif. Ini yang membuat dia memperoleh kembali keyakinan dan keakhlianya berbisnis, dan pada giliiranya menjadi pengusaha sukses lagi. Dengan langkah bersahaja dia berjabat tangan dengan Napoleon Hill dengan ucapan, “Memang, tiada yang lebih mampu menolong kita selain diri kita sendiri.”

Kita dapat temukan diberbagai halaman buku yang memuat pemotivasian Hill orang ternama ini, dengan sebutan yang selalu diulang-ulangi, “Jangan berharap masalah hidup akan menjadi lebih mudah, tetapi berharaplah bahwa anda punya kemampuan yang lebih baik mengatasinya.” Baik Alkitab, maupun para pakar konsultan tidak pernah menyodorkan kiat-kiat untuk menjalani hidup tanpa masalah. Yang amat menentukan ialah, bagaimana kita mengatasi masalah tersebut. Namun jangan berhenti sampai di sini. Ingat bagaimana pengalaman tokoh-tokoh pemuda dalam Alkitab seperti Yusuf, Daud, Daniel dan lain-lain yang berhasil mengatasi setiap masalah dengan kebijaksanaan dari Tuhan seperti disaksikan dalam Firman-Nya, “untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda.” Amsal 1:4.  Orang yang berpikiran negatif akan menjauhi kembang rose karena melihat durinya, namun yang berpikir positif akan mendekatinya untuk menghirupsemerbak harum bunganya. Yang satu memandang duri yang lain mencium aroma wangi.

error: Content is protected !!